Banda Aceh

Urban Farming dan Pasar Murah, Kunci Banda Aceh Redam Inflasi di Tengah Peningkatan Konsumsi

×

Urban Farming dan Pasar Murah, Kunci Banda Aceh Redam Inflasi di Tengah Peningkatan Konsumsi

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Urban farming dan pasar murah menjadi strategi andalan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengendalikan inflasi, khususnya di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat. Langkah ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang melakukan studi tiru ke Banda Aceh pada Senin, 4 November 2024.

Rombongan dari Sarolangun yang dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bahri diterima oleh Pj Wali Kota Banda Aceh Ade Surya di pendopo wali kota. Dalam diskusi tersebut, Bahri menyatakan minatnya untuk mempelajari strategi pengendalian inflasi yang diterapkan Banda Aceh. “Kami ingin memahami bagaimana Pemko Banda Aceh dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mampu menjaga stabilitas harga, meski di tengah tantangan seperti peningkatan konsumsi saat pelaksanaan PON XXI,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ade Surya menjelaskan bahwa inflasi di Banda Aceh pada Oktober 2024 tercatat sebesar 2,29% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 1,71%. Meski begitu, inflasi bulan September menunjukkan deflasi sebesar -0,89% (mtm), menandakan adanya keberhasilan dalam pengendalian harga selama pelaksanaan PON XXI.

“Kami rutin menggelar High-Level Meeting bersama TPID Kota Banda Aceh, TPID Provinsi Aceh, Bank Indonesia, dan Forkopimda untuk memastikan strategi yang tepat dalam menekan inflasi. Kolaborasi ini menjadi kunci utama,” ungkap Ade Surya.

Selain itu, menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sering diwarnai lonjakan permintaan barang pokok, Pemko Banda Aceh terus berupaya menjaga stabilitas harga. Salah satu langkah konkret adalah pelaksanaan pasar murah yang menyediakan paket subsidi bahan pokok untuk masyarakat.

“Pasar murah ini dirancang untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan barang dengan harga terjangkau. Selain itu, kami juga rutin melakukan inspeksi ke pasar guna memantau pergerakan harga secara langsung,” tambahnya.

Inisiatif lain yang menjadi perhatian adalah program urban farming yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Melalui program ini, pemerintah kota mendukung kelompok tani wanita di lima gampong dengan bantuan ribuan batang tanaman cabai. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pasokan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

“Urban farming memberikan dampak positif dalam menjaga pasokan pangan yang berkelanjutan. Dengan menanam bahan pangan sendiri, masyarakat tidak hanya membantu menekan inflasi, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan,” jelas Ade Surya.

Dalam diskusi tersebut, Pj Bupati Bahri mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemko Banda Aceh. Menurutnya, strategi ini dapat menjadi inspirasi bagi Sarolangun dalam mengelola inflasi di daerahnya.

“Kami sangat terkesan dengan kolaborasi antara pemerintah, TPID, dan masyarakat di Banda Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Kami berharap strategi seperti urban farming dan pasar murah dapat kami adopsi di Sarolangun,” ujar Bahri.

Pertemuan ini juga menjadi ajang bertukar pengalaman mengenai pengelolaan keuangan daerah. Bahri, yang juga Direktur Perencanaan Keuangan Daerah di Kemendagri, menyatakan bahwa studi tiru ini memberikan wawasan berharga untuk mengelola inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi antara Pemko Banda Aceh dan Pemkab Sarolangun dalam mengembangkan strategi pengendalian inflasi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang erat, kedua daerah berharap dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih efektif.[***]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Banda Aceh

Habanusantara.net | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi kepada seluruh masyarakat menyusul hujan deras berkepanjangan yang mengguyur wilayah kota sejak dua hari terakhir. Plt…

RSAN
Banda Aceh

HABANUSANTARA.NET – Kepala UPTD Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, menyoroti tingginya angka perceraian di Aceh sepanjang 2025. Ia mengingatkan orang tua agar tidak menelantarkan anak-anak…

close