Headline

Kapolda Aceh: Aceh Masih Jadi Pintu Masuk Utama Narkoba di Indonesia

×

Kapolda Aceh: Aceh Masih Jadi Pintu Masuk Utama Narkoba di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Achmad Kartiko memperlihatkan hasil pengungkapan narkoba di Mapolda Aceh[Foto/Is]

Habanusantara.net, Kapolda Aceh,  Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Achmad Kartiko,  menegaskan bahwa Aceh saat ini menjadi pintu masuk utama narkoba di Indonesia.

Hal ini terbukti dari beberapa penangkapan besar yang telah terjadi di wilayah perairan Aceh. Salah satu kasus besar melibatkan penangkapan hampir 2 ton narkoba yang diselundupkan melalui perairan Aceh dengan menggunakan taktik dan teknik penyelidikan yang canggih.

“Ini membuktikan keseriusan Aceh dan jajaran kami dalam menangani masalah ini. Kita semua tahu bahwa Aceh memiliki garis pantai sepanjang 2.666 km yang sangat terbuka dan rawan penyelundupan,” ujar Ahmad Kartiko,Rabu 5 Juni 2024 di Mapolda Aceh

Selain itu, banyak pelabuhan tikus dan nelayan yang tergiur untuk menjemput narkoba di laut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi bersama dengan pemerintah daerah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pihak terkait lainnya untuk mencegah masuknya narkoba ke wilayah Aceh.

Kapolda juga menjelaskan bahwa barang-barang narkoba yang berhasil ditangkap diduga berasal dari luar negeri, seperti Thailand, Malaysia, dan kemungkinan Cina. Namun, asal pasti narkoba ini masih dalam proses pengembangan dan pelacakan lebih lanjut.

“Koordinasi dengan pihak terkait seperti Bareskrim Polri sangat penting untuk memastikan jaringan internasional yang terlibat di Indonesia. Kami juga akan menelusuri harta kekayaan para pelaku narkoba karena pergerakan barang ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya uang dan upah,” tambahnya.

Ahmad Kartiko menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, BNN, dan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan masuknya narkoba ke Aceh. Beberapa wilayah akan ditingkatkan pengawasannya dengan menambah kekuatan Polair dan sarana prasarana seperti kapal kecil untuk memantau perairan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap bisa menghadang masuknya narkoba dan menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba,” pungkas Kapolda Aceh.

Penangkapan besar yang terjadi baru-baru ini termasuk 31 kg narkoba di wilayah Langsa dan 10 kg sabu di tempat lain menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, semua pihak harus bersatu padu untuk memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap jaringan narkoba internasional yang masuk melalui Aceh.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: