Habanusantara.net – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga nasional di Aceh guna mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis nasional di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh pada Kamis (4/4/2024), Bustami menegaskan pentingnya sinergi dan komunikasi aktif untuk mengatasi kendala yang mungkin timbul.
“Kita harus bersama-sama mencari solusi atas kendala dan hambatan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan proyek-proyek nasional di Aceh,” ujar Bustami.
Sebagai Gubernur penjabat, Bustami menganggap penting untuk memantau progres pelaksanaan proyek-proyek nasional di Aceh, yang merupakan tanggung jawabnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah provinsi merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat di daerah.
Dalam Rakor tersebut, Bustami mengungkapkan bahwa terdapat dua proyek strategis nasional di Aceh yang perlu dipercepat penyelesaiannya, yaitu pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) dan pembangunan Waduk Keurutoe di Aceh Utara.
Bustami menginformasikan bahwa kedua proyek tersebut direncanakan akan diresmikan oleh Presiden pada momen pembukaan PON.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, Heru Setiawan, memberikan laporan perkembangan pembangunan Waduk Keureuto kepada Pj Gubernur.
Meskipun progres pembangunan sudah mencapai 90 persen, Heru menyampaikan bahwa masih terdapat kendala terkait pembebasan lahan dan relokasi kuburan yang menjadi hambatan.
Heru juga melaporkan perkembangan pembangunan Waduk Rukoh di Kabupaten Pidie, yang mencapai 74 persen.
Namun, kendala pembebasan lahan juga masih menjadi tantangan dalam penyelesaian proyek ini.
Selain itu, Heru juga menyampaikan perkembangan proyek-proyek irigasi di beberapa wilayah Aceh.
Sejumlah proyek nasional lainnya seperti jalan tol, jalan nasional, dan pembangunan venue PON juga dibahas dalam rakor tersebut.
Turut hadir dalam rapat tersebut para pimpinan lembaga nasional di Aceh serta perwakilan dari Pemerintah Aceh untuk berdiskusi bersama dalam upaya memperkuat kerjasama dan memastikan kelancaran pembangunan di wilayah Aceh.[]




















