Nasional

Akademisi ini Ungkap Keteladan Profetik Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo

×

Akademisi ini Ungkap Keteladan Profetik Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo

Sebarkan artikel ini
Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Alpi Sahari, SH. M.Hum
Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr. Alpi Sahari, SH. M.Hum

Habanusantara.net, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH. M.Hum, mengapresiasi kedewasaan dalam penalaran keilmuan yang dimiliki oleh Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo MSi MM.

Menurutnya, Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo adalah sosok yang mampu melihat suatu fenomena secara menyeluruh dan holistik.

“Dalam kesibukan beliau sebagai ASSDM Kapolri, Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo tetap produktif dalam menuangkan pemikirannya dalam bentuk buku. Analisis tajam dan harmonisasi aspek praktis dengan aspek teoritis menjadi ciri khas dalam pemikirannya, yang sudah merambah ke radiks di bidang keilmuan,” ungkap Dr. Alpi, alumni Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung tahun 2010, pada Rabu, 22 November 2023.

Dr. Alpi menegaskan bahwa Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo menjadi teladan dalam keilmuan berkat sentuhan aspek nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam kajiannya.

Keilmuannya tidak hanya berhenti pada pemahaman dan penjelasan realitas semata, tetapi melibatkan transformasi menuju cita-cita universal masyarakat, dengan landasan ideologi Pancasila.

“Pemikiran Prof Dr Dedi, terutama yang tertuang dalam bukunya berjudul ‘Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi di Indonesia’, menekankan bahwa Pancasila bukan hanya menjadi landasan untuk menjaga keutuhan bangsa dari ancaman ekstremisme, tetapi juga strategi untuk menjaga perdamaian dunia,” tambahnya.

Dr. Alpi menyoroti bahwa Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo menekankan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan agama-agama yang diakui pemerintah Indonesia. Pemikirannya merinci bahwa agama dan negara saling melengkapi, bukan bertentangan.

Dalam konteks keilmuan, Dr. Alpi menilai bahwa Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo menghadirkan kedalaman pandangan dan pemikiran saat menganalisis radikalisme, terorisme, dan deradikalisasi di Indonesia.

Pendekatannya melibatkan pilar humanisasi sebagai landasan ontologis, liberasi sebagai landasan epistemologi, dan transendensi sebagai landasan aksiologis.

“Keteladan profetik Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo dalam penalaran keilmuan bisa menjadi contoh unggul bagi praktisi dan akademisi. Dalam ilmu hukum, kunci keberhasilan tidak hanya terletak pada konseptualisasi aspek aksiologis transendensial, tetapi juga pada tawaran daya liberasi hukum yang mencerahkan untuk memanusiakan manusia,” papar Dr. Alpi.

Dr. Alpi menegaskan bahwa liberasi dalam ilmu hukum haruslah kontekstual, tetapi tidak boleh berhenti di situ. Proses liberasi ini adalah langkah awal menuju liberasi yang lebih hakiki, yaitu menuju kridhoan Tuhan.

Menurutnya, tidak mungkin mencapai liberasi ke arah transendensi tanpa terlebih dahulu menuntaskan liberasi di ranah humanisasi.

“Dalam konteks ini, Prof Dr Dedi Prasetyo memberikan kontribusi luar biasa, dan menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin mengejar tujuan serupa,” tutup Dr. Alpi.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Nasional

Habanusantara.net – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah SE, menyampaikan sejumlah persoalan fundamental yang menghambat percepatan investasi di Aceh kepada Menko Polhukam, Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, dalam pertemuan resmi di Kantor…

close