HeadlineNasionalNews

Jadi Tersangka Korupsi BTS, Menteri Kominfo Johnny G Plate Ditahan Kejagung

×

Jadi Tersangka Korupsi BTS, Menteri Kominfo Johnny G Plate Ditahan Kejagung

Sebarkan artikel ini
Menkominfo Johnny G Plate Saat Digiring Menuju Mobil Tahanan foto Oktavianrmid
Menkominfo Johnny G Plate saat digiring menuju mobil tahanan. (Foto: Oktavian/RM.ID)

Habanusantara.net, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate, ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo. Penahanan tersebut dilakukan setelah Johnny ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Johnny, yang telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali di Gedung Bundar, keluar dengan memakai rompi tahanan berwarna merah muda dan kedua tangannya terborgol. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, politisi NasDem itu digiring menuju mobil tahanan yang telah terparkir di depan gedung.

Kepala Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, menyatakan bahwa Johnny ditetapkan sebagai tersangka setelah pemeriksaan hari ini. “Pada hari ini, kami dari Dirdik Kejagung telah melakukan pemanggilan kembali terhadap saudara JP untuk kali ketiga sebagai saksi. Telah terdapat cukup bukti bahwa yang bersangkutan diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi pembangunan BTS 4G,” ujar Kuntadi dalam konferensi pers seperti dilansir rm.id pada Rabu (17/5/2023).

Johnny menjadi tersangka keenam dalam kasus ini, setelah Kejagung sebelumnya menetapkan lima tersangka lainnya. Tersangka-tersangka sebelumnya adalah Irwan Hermawan sebagai Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Mukti Ali sebagai Account Director PT Huawei Tech Investment, Anang Achmad Latif sebagai Direktur Utama Bakti Kominfo, Galumbang Menak S sebagai Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, dan Yohan Suryato sebagai Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia (Hudev UI) tahun 2020. Dugaan kasus korupsi ini diduga merugikan negara hingga mencapai Rp 8 triliun.

Kasus penahanan Menteri Komunikasi dan Informatika ini menunjukkan komitmen Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi. Langkah tegas ini juga menjadi bukti bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan korupsi, bahkan jika melibatkan pejabat tinggi negara. Kejagung berharap penegakan hukum yang adil dan transparan akan membawa keadilan bagi negara dan masyarakat.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: