Habanusantara.net, Persentase Angka Kemiskinan Aceh pada September 2022 mengalami kenaikan dari 14,64 persen pada Maret 2022 menjadi 14,75 persen. Hal itu berdasarkan data yang diterima habanusantara.net dari BPS Aceh.
“Pada September 2022, jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 818,47 ribu orang, mengalami kenaikan sebesar 11,7 ribu orang dibandingkan kondisi Maret 2022 yang jumlahnya 806,82 ribu orang,” kata Dadan Supriadi, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Aceh.
Kenaikan kemiskinan pada September 2022 ini terjadi secara nasional dan hampir di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Dadan Supriadi, terkait dengan naiknya angka kemiskinan di Aceh disebabkan oleh beberapa fenomena yang mendorong kenaikan kemiskinan di Aceh.
“Kenaikan tingkat konsumsi perkapita penduduk tidak mampu mengimbangi kenaikan besaran Garis Kemiskinan September 2022,” sebutnya.
Seperti diketahui kenaikan Garis Kemiskinan September 2022 di Aceh sebesar 6,57 persen dibanding Maret 2022, sedangkan kenaikan tingkat konsumsi perkapita penduduk hanya naik sebesar 3,57 persen.
“Kenaikan Garis kemiskinan ini sangat erat hubungannya dengan besaran inflasi yang terjadi pada September 2022 (secara year on year) yang sebesar 7,38 persen,” ungkapnya dalam keterangannya kepada habanusantara.net, Rabu (18/1/2023).
Besaran Inflasi ini, kata Dadan juga dipengaruhi juga disebabkan oleh terjadinya penyesuain harga BBM pada awal Bulan Maret lalu.
Terkait dengan Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan langsung Tunai(BLT) seperti yang disalurkan oleh Pemerintah pasca naiknya BBM, Menurut Dadan bansos itu sangat sangat bermanfaat untuk meringankan beban konsumsi masyarakat, sehingga beban masyarakat akibat kenaikan harga misalnya tidak terlalu besar terutama dalam jangka pendek dan bagi lapisan bawah.
Dalam jangka panjang selain Bansos, program yang penting adalah bersifat pemberdayaan sehingga akan mampu meningkat pendapatan masyarakat, utamanya pada lapisan bawah.
“Hal yang sangat penting juga, agar program pemberdayaan itu efektif adalah memperhatikan ketepatan program dan cakupan, juga penting adalah ketepatan penerimanya,” pungas Dadan Supriadi[Is]





