Ia menilai, kemampuan literasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk membantu masyarakat memahami, mengolah, dan menyaring informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.
“Literasi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami dan menyaring berbagai informasi yang diterima dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zulfikar.
Ia berharap penguatan budaya literasi di Aceh Barat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan festival, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas, hingga masyarakat.
Menurutnya, kerja sama seluruh elemen tersebut diperlukan agar kebiasaan membaca dan meningkatkan pengetahuan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Zulfikar juga berharap Festival Literasi Aceh Barat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan.
“Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus dilaksanakan,” ujarnya.
Penutupan Festival Literasi Aceh Barat Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya literasi di daerah.
Ia berharap semangat yang tumbuh selama festival dapat terus berlanjut melalui kebiasaan membaca dan meningkatkan pengetahuan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi maupun masyarakat luas.





