Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh, Bank Aceh Salurkan KUR Syariah Rp30 Miliar
Habanusantara.net – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, membuka kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh yang digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, PT Bank Aceh Syariah menargetkan penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar untuk periode Oktober 2026. Penyerahan simbolis target pembiayaan dilakukan oleh Direktur Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas.
Sementara itu, total penyaluran KUR Bank Aceh Syariah sejak Januari hingga Oktober 2026 dilaporkan telah mencapai Rp600 miliar.
Pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat perekonomian daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Daddi Peryoga, mengatakan penyelenggaraan SYAFIF merupakan bagian dari upaya mendekatkan industri jasa keuangan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penyelenggaraan pameran, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan.
Ia menjelaskan, pemilihan ruang publik seperti halaman Masjid Raya Baiturrahman merupakan langkah untuk menghadirkan OJK dan industri jasa keuangan lebih dekat dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat kita buka dengan baik sesuai dengan semangat kita untuk dekat dengan masyarakat dan memahami tujuan inklusi keuangan,” ujarnya.
Daddi menegaskan, keberhasilan inklusi keuangan tidak hanya diukur dari terselenggaranya berbagai kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses dan dapat memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas ekonominya.
Sementara itu, Direktur Inklusi OJK, Andi Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, OJK Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan SYAFIF di Aceh.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas akses keuangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan berbagai layanan industri jasa keuangan.
Menurutnya, pengembangan industri keuangan syariah membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar layanan keuangan semakin berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Plt Sekda Aceh, Taufik, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan yang telah membawa kegiatan tersebut ke Aceh.
Taufik mengatakan penguatan ekonomi syariah memiliki arti strategis bagi Aceh. Karena itu, pengembangan keuangan syariah perlu diarahkan agar tidak hanya memperkuat sistem keuangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [Is]





