habanusantara.net – Diabetes yang selama ini banyak menyerang kelompok usia dewasa dan lanjut usia, kini mulai ditemukan pada usia produktif hingga remaja. Perubahan pola hidup, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Supriyadi, mengatakan pola hidup yang kurang sehat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kadar gula darah.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula, namun tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, dapat membuat tubuh kesulitan mengatur keseimbangan energi.
“Pola makan dan aktivitas fisik sangat berpengaruh. Banyak orang yang bekerja dari pagi sampai sore, tetapi kurang bergerak dan tidak melakukan olahraga secara rutin. Ditambah lagi dengan pola konsumsi makanan yang tidak seimbang,” ujar Supriyadi, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Saat ini, diabetes juga mulai ditemukan pada kelompok usia muda akibat perubahan kebiasaan sehari-hari, seperti konsumsi minuman manis secara berlebihan, kurang olahraga, serta waktu istirahat yang tidak teratur.
“Dari beberapa informasi yang kami dapatkan, ada anak sekolah yang sering mengonsumsi soft drink setiap hari sehingga asupan gulanya tinggi dan dapat mengganggu metabolisme tubuh,” kata Supriyadi.
Supriyadi menyebutkan, tanda awal diabetes terkadang tidak langsung disadari karena gejalanya muncul secara perlahan. Beberapa keluhan yang dapat menjadi perhatian antara lain tubuh terasa kurang fit, mudah lelah, hingga muncul rasa kebas pada bagian ujung kaki.
“Kalau diabetes biasanya badan terasa kurang enak, seperti mau demam tetapi bukan demam. Kemudian ada juga keluhan kebas-kebas di ujung kaki,” jelasnya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai muncul keluhan berat untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar gula darah penting dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko.
Supriyadi menjelaskan, pemeriksaan gula darah puasa pada orang dewasa umumnya dilakukan setelah seseorang tidak mengonsumsi makanan selama sekitar 10 jam. Kadar gula darah puasa yang normal berada pada kisaran 70 hingga 100 mg/dL. Sementara itu, pemeriksaan gula darah dua jam setelah makan maupun gula darah sewaktu umumnya berada di bawah 140 mg/dL.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terus melakukan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan bagi masyarakat yang memiliki risiko maupun telah terdiagnosis diabetes.
Supriyadi mengajak masyarakat mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dengan mengatur pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, serta menjaga waktu istirahat.
“Yang paling penting adalah menjaga pola hidup sejak dini. Jangan menunggu sakit baru melakukan perubahan,” ujarnya.[***]





