habanusantara.net – Kesadaran masyarakat Kota Banda Aceh untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Nurjannah, SKM., MKM., menjelaskan partisipasi warga saat ini memang terlihat dari meningkatnya kehadiran ibu dan balita di Posyandu untuk memantau pertumbuhan. Selain itu, masyarakat semakin terlibat dalam gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk.
“Di Banda Aceh kita memiliki 11 Puskesmas dan bekerjasama untuk melakukan edukasi kepada warga,” kata Nurjannah, Jumat (11/9/2026).
Edukasi PHBS dilakukan di lingkungan rumah tangga, sekolah, gampong, tempat kerja hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Program tersebut juga dilakukan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, kampanye kesehatan di sekolah, serta kegiatan kader kesehatan.
“PHBS tidak hanya dipahami sebagai program, tetapi sebagai budaya hidup sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”
Menurut Nurjannah, sejumlah kebiasaan sehat mulai semakin banyak dilakukan masyarakat. Di antaranya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, memanfaatkan air bersih, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan.
Keterlibatan sekolah, kader kesehatan dan aparatur gampong dalam kegiatan promosi kesehatan juga menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap PHBS.
Meski demikian, penerapan PHBS belum sepenuhnya merata. Dinas Kesehatan masih menemukan sejumlah kebiasaan yang perlu terus dibina, terutama konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik secara rutin, serta menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok.
Karena itu, edukasi dan pembinaan PHBS terus dilakukan agar kebiasaan hidup sehat tidak berhenti pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.[***]





