Dinkes : Imunisasi Penting Lindungi Anak dari Penyakit Berat

Redaksi
Ilustrasi imunisasi pada anak
Ilustrasi imunisasi pada anak
A-AA+A++

habanusantara.net – Imunisasi menjadi salah satu cara penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengingatkan orang tua agar tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak sesuai jadwal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Supriyadi, mengatakan imunisasi diberikan untuk membantu membentuk daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit.

“Imunisasi itu penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah oleh imunisasi,” kata Supriyadi, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, imunisasi bukan berarti anak sama sekali tidak akan tertular penyakit. Namun, perlindungan melalui imunisasi dapat membantu menurunkan risiko anak mengalami penyakit berat ketika terpapar.

“Bukan tidak dapat tertular, dapat tertular, tapi efeknya tidak parah dan kita menghindari terjadinya kecacatan pada anak,” ujarnya.

Supriyadi mengatakan, anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih besar terserang penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Ketika sakit, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ia mencontohkan campak sebagai salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Campak dapat menimbulkan komplikasi, terutama ketika terjadi pada anak dengan kondisi tertentu atau daya tahan tubuh yang tidak memadai.

Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan imunisasi dasar anak. Terlebih, Dinkes Banda Aceh masih menemukan anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau zero dose dalam jumlah cukup besar.

“Zero dose kita ada 2.997,” kata Supriyadi.

Angka tersebut menunjukkan masih ada ribuan anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar sesuai yang dibutuhkan. Kondisi ini menjadi perhatian karena perlindungan imunisasi juga berperan dalam membangun kekebalan kelompok di masyarakat.

Supriyadi mengajak orang tua memperoleh informasi mengenai imunisasi dari tenaga kesehatan dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.[***]