Habanusantara.net,— Iran bersiap melakukan rekayasa balik terhadap sebuah drone bawah air milik Amerika Serikat yang disebut telah disita oleh pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Rencana tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, Selasa (22/9/2026).
Mohebbi mengatakan drone bawah air itu menjadi salah satu perangkat keras militer yang berada dalam penguasaan Iran setelah disita dalam konflik yang menurutnya telah berlangsung hampir tujuh bulan.
Ia menyebut wahana tersebut memiliki teknologi canggih yang kini berada di tangan Angkatan Laut IRGC. Proses untuk mempelajari dan merekayasa balik teknologi drone itu, kata dia, akan segera dimulai.
“Teknologi canggih terdapat pada wahana bawah air yang jatuh ke tangan pasukan Angkatan Laut IRGC ini,” kata Mohebbi.
Menurut dia, penguasaan terhadap perangkat tersebut menjadi bagian dari apa yang disebutnya sebagai bukti bahwa teknologi militer dan pertahanan Amerika Serikat telah berada dalam kendali Iran.
Mohebbi juga mengklaim pengalaman selama konflik menunjukkan bahwa teknologi militer AS yang paling mutakhir dapat dikuasai oleh Iran.
Drone yang dimaksud merupakan Dive-LD, sebuah wahana bawah air otonom atau autonomous underwater vehicle (AUV).
Perangkat tersebut dirancang untuk menjalankan misi pengintaian jarak jauh serta berbagai operasi di bawah permukaan laut.
Dive-LD termasuk generasi baru wahana bawah air yang dirancang mampu beroperasi selama beberapa hari dengan campur tangan manusia yang minim.
Rencana rekayasa balik memungkinkan Iran mempelajari teknologi yang terdapat pada wahana tersebut. Namun, bahan yang disampaikan dalam laporan ini belum menjelaskan sejauh mana proses tersebut akan dilakukan maupun hasil teknologi apa yang nantinya dapat dikembangkan dari perangkat yang disita.[*]





