Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 918, Ketua DPRK Usul Bentuk Komite Penanggulangan AIDS

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.netKasus HIV/AIDS di Banda Aceh terus bertambah. Sejak 2008 hingga Juli 2026, jumlah penderita telah mencapai 918 orang, dengan 43 kasus baru ditemukan hanya dalam tujuh bulan terakhir. Kondisi ini mendorong Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengusulkan pembentukan Komite Penanggulangan AIDS sebagai langkah memperkuat penanganan lintas sektor.

Menurut Irwansyah, penanganan HIV/AIDS tidak bisa lagi dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan lebih efektif.

“Saya mendorong agar segera dibentuk Komite Penanggulangan AIDS. Persoalan ini harus dikendalikan, dikelola, dan diselesaikan melalui kolaborasi bersama,” ujar Irwansyah usai menerima paparan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Aceh di DPRK Banda Aceh, Senin (27/7/2026).

Data yang dipaparkan Adinkes menunjukkan, dari total 918 kasus HIV/AIDS yang tercatat sejak 2008, sebanyak 226 penderita merupakan warga ber-KTP Banda Aceh, sedangkan sisanya berasal dari daerah lain yang berdomisili atau menjalani pengobatan di ibu kota provinsi tersebut.

Lebih memprihatinkan lagi, sebanyak 140 pasien HIV/AIDS dilaporkan meninggal dunia. Sementara sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026, kembali ditemukan 43 kasus baru.

Pengurus Adinkes Aceh, dr. Rayhan, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, menyebut kondisi tersebut sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Karena itu, penguatan skrining, edukasi, dan kampanye pencegahan harus segera diperluas.

Selain mengusulkan pembentukan komite, Irwansyah menyatakan DPRK siap mendukung melalui fungsi penganggaran dan fasilitasi. Ia juga menggagas pertemuan lintas instansi dan perusahaan di Banda Aceh agar setiap lembaga memiliki komitmen yang sama dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.

Tak hanya HIV/AIDS, Adinkes juga mengingatkan tingginya ancaman tuberkulosis (TBC). Menurut perwakilan Adinkes Aceh, Media Yulizar, penularan TBC di lingkungan keluarga sangat tinggi sehingga apabila satu anggota keluarga dinyatakan positif, seluruh penghuni rumah perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai prosedur.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, turut mendukung pembentukan Komite Penanggulangan AIDS. Menurutnya, tambahan 43 kasus baru tahun ini menunjukkan perlunya langkah yang lebih terkoordinasi, termasuk menghidupkan kembali model koordinasi seperti yang pernah dijalankan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Aceh.[]