Habanusantara.net – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) pada semester kedua 2026.
Program ini disiapkan untuk menghubungkan talenta digital, komunitas, startup, investor, dunia usaha, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaborasi guna memperkuat ekonomi digital di Banda Aceh.
Perwakilan Komdigi, Farhan, mengatakan Banda Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor digital.
Menurutnya, aktivitas komunitas teknologi, startup, dan kampus di Banda Aceh sudah cukup aktif, namun masih membutuhkan wadah yang mampu mempertemukan seluruh elemen agar dapat tumbuh bersama secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai kualitas talenta digital Aceh mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
Namun, keterbatasan industri berbasis teknologi di daerah membuat banyak talenta muda memilih bekerja sebagai freelancer untuk perusahaan dari luar Aceh maupun luar negeri.

Menurutnya, pengembangan ekosistem digital tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga harus membuka akses terhadap peluang kerja, investasi, dan kebutuhan industri.
Ia menilai startup serta pengembang lokal perlu diberikan ruang lebih besar untuk terlibat dalam berbagai proyek digital, termasuk di lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan Pemko Banda Aceh akan memfasilitasi kehadiran Garuda Spark Innovation Hub di Gedung BAA kawasan Blang Padang.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kolaborasi yang mampu melahirkan inovasi, startup, dan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia.[Fira]





