Habanusantara.net – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh terus memperkuat penanganan sistem drainase di kawasan permukiman sebagai upaya menekan risiko banjir dan genangan. Hasilnya, intensitas banjir di sejumlah wilayah kota mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Perkim Banda Aceh, Hendra Gunawan, mengatakan berkurangnya titik banjir menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan dan pemeliharaan drainase yang dilakukan pemerintah kota.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat bahwa intensitas banjir di Banda Aceh mulai berkurang. Ini menunjukkan bahwa penanganan drainase sudah mulai berjalan dengan baik,” kata Hendra.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah titik yang mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh buruknya sistem drainase, melainkan juga dipengaruhi faktor eksternal seperti tingginya debit sungai, pasang air laut, hingga proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.
Hendra mencontohkan genangan yang sempat terjadi di kawasan Simpang Tujuh berkaitan dengan pekerjaan revitalisasi drainase. Selama proses pembangunan, beberapa saluran harus ditutup sementara sehingga aliran air tidak berjalan optimal.
“Contohnya di beberapa titik seperti Simpang Tujuh, genangan terjadi karena ada proyek revitalisasi drainase. Saat pembangunan, ada saluran yang ditutup sementara sehingga aliran air terganggu,” ujarnya.
Selain itu, kawasan sekitar pintu air Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, juga masih berpotensi terdampak genangan ketika muka air sungai meningkat bersamaan dengan kondisi pasang laut yang tinggi.
Untuk memperkuat sistem pengendalian genangan, Perkim Banda Aceh tahun ini menjalankan sekitar 30 kegiatan penanganan lingkungan permukiman. Program tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, rehabilitasi saluran drainase, pembangunan drainase baru, hingga pembersihan sedimen pada saluran air.
Menurut Hendra, pembersihan sedimen menjadi pekerjaan penting karena endapan lumpur dan sampah sering menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air di kawasan permukiman.
“Pembersihan sedimen ini sangat penting untuk mencegah penyumbatan. Kalau saluran lancar, air hujan bisa langsung mengalir dan tidak menimbulkan genangan,” katanya.
Ia menegaskan, pembenahan drainase akan terus menjadi prioritas pemerintah kota untuk mendukung terwujudnya Banda Aceh sebagai kota yang tangguh terhadap bencana sekaligus memberikan lingkungan permukiman yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.[***]





