Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah kawasan pada 2026. Fokus utama diarahkan pada ruas jalan kolektor dengan tingkat lalu lintas tinggi serta jalan lingkungan yang selama ini rusak parah bahkan belum pernah tersentuh pengaspalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai mengganggu mobilitas dan aktivitas harian warga.
Kepala Dinas PUPR Banda Aceh, Rulli Syahreza melalui Kepala Bidang Bina Marga, Misqal Novio Reeza, mengatakan sebagian proyek jalan kini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses lelang rampung dilakukan.
“Tahun ini prioritas kita memang jalan kolektor yang volume lalu lintasnya tinggi. Selain itu, ada juga jalan lintas desa yang kondisinya sudah rusak berat dan beberapa ruas yang sebelumnya belum pernah diaspal,” kata Misqal, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, sedikitnya terdapat 12 titik pekerjaan yang masuk dalam tujuh paket proyek dan kini mulai dikerjakan di lapangan. Sejumlah ruas yang ditangani berada di kawasan Lambaro Skep yang sebelumnya masih berupa jalan tanah, serta kawasan Desa Penyeurat yang akan diaspal penuh tahun ini.
Perbaikan juga menyasar sejumlah titik jalan rusak di kawasan Lhong Raya dan beberapa ruas lain yang mengalami penurunan kualitas akibat tingginya intensitas penggunaan kendaraan.
Menurut Misqal, pengerjaan tahun ini tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan peningkatan jalan secara menyeluruh melalui overlay hingga pembangunan jalan baru pada ruas yang belum memiliki lapisan aspal.
“Jadi bukan sekadar menutup lubang. Jalan yang masih tanah dasar akan kita aspal, sedangkan jalan yang rusak kita tingkatkan kualitasnya supaya lebih layak dan nyaman dilalui,” ujarnya.
Selain proyek yang telah berjalan, PUPR Banda Aceh juga menyiapkan tujuh paket pekerjaan tambahan yang saat ini masih dalam proses lelang. Paket tersebut mencakup sekitar sepuluh titik jalan kolektor dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
Beberapa ruas yang masuk dalam rencana pengerjaan berikutnya antara lain jalan kolektor di kawasan Gampong Ie Masen Kayee Adang dan sejumlah ruas di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam.
Tak hanya itu, pemerintah kota juga menargetkan penyelesaian Jalan Tgk Abd Meunasah Meuncap yang sebelumnya telah diaspal sebagian pada tahun lalu namun masih menyisakan sekitar 200 hingga 300 meter.
“Insya Allah tahun ini kita tuntaskan supaya akses masyarakat benar-benar tersambung dan tidak ada lagi ruas yang terputus,” kata Misqal.[***]





