Ismawardi Minta RSUD Meuraxa Segera Fungsikan Layanan Bedah Jantung Terpadu

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pengembangan layanan bedah jantung di RSUD Meuraxa dinilai terancam terbengkalai.

Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak manajemen rumah sakit milik pemerintah kota itu segera mengoperasikan layanan bedah jantung terpadu yang telah lama dipersiapkan.

Menurut Ismawardi, sejak tahun 2023 RSUD Meuraxa telah menerima bantuan alat cathlab dari Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari penguatan layanan penyakit jantung.

Upaya itu kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan persiapan serius pengembangan layanan bedah jantung, sejalan dengan program nasional peningkatan layanan jantung, kanker, dan urologi.

“Fasilitas sudah disiapkan, gedung operasi sudah dibangun melalui dana DAK, alat kesehatan sudah tersedia, bahkan SDM juga sudah dipersiapkan. Tapi sampai sekarang belum juga difungsikan,” kata Ismawardi.

Ia menjelaskan, RSUD Meuraxa seharusnya bisa menjadi pionir layanan bedah jantung di Aceh, mengingat rumah sakit rujukan utama seperti RSU Zainoel Abidin belum sepenuhnya membuka layanan operasi jantung bagi masyarakat.

Sepanjang 2024, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pembangunan ruang operasi baru, pengadaan alat kesehatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dokter spesialis anestesi jantung disebut telah disekolahkan, sementara perawat juga telah menjalani pelatihan di rumah sakit rujukan nasional.

Namun, hingga memasuki 2026, layanan tersebut belum juga berjalan. Kondisi ini, kata Ismawardi, menimbulkan tanda tanya besar terkait komitmen manajemen rumah sakit.

“Seolah tidak ada keseriusan untuk melanjutkan program ini. Padahal anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, baik untuk fisik bangunan, alat kesehatan, maupun pengembangan SDM,” ujarnya.

Ia menilai, jika layanan bedah jantung ini dapat segera difungsikan, RSUD Meuraxa berpotensi menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan operasi jantung di Aceh. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banda Aceh.

“Ini peluang besar. Selain menyelamatkan banyak nyawa, juga bisa meningkatkan PAD. Bahkan akan menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Banda Aceh,” tegasnya.

Karena itu, Ismawardi meminta agar pihak manajemen RSUD Meuraxa segera memberikan penjelasan terkait kendala yang dihadapi, sekaligus memastikan layanan bedah jantung terpadu dapat segera dioperasikan demi kepentingan masyarakat luas.[*]