Habanusantara.net – Hujan deras yang melanda sejumlah Kecamatan namun kini yang terparah desa pedalaman Kecamatan Pante Bidari, di Desa Blang Senoeng dan Desa Pante Labu, yang mengakibatkan kerusakan jalan sehingga lumpuh kelancaran perekonomian masyarakat,Selasa 31 Maret 2026.
Kondisi jalan yang tergenang air dan dipenuhi lumpur membuat akses sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Banyak kendaraan terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Zubir, Kepala Dusun Desa Blang Senoeng, menyampaikan keluhannya, “Di desa kami sudah tiga hari hujan, setelah sebelumnya dilanda kemarau yang panjang. Debu tebal bekas lumpur pasca banjir kini telah menjadi lumpur yang licin, sehingga kendaraan sering terpeleset ke selokan jalan.”
Salah satu truk yang mengangkut material Hunian Sementara (Huntara) terjebak selama dua hari dan harus ditarik dengan alat berat. Ironisnya, penarikan tersebut dikenakan biaya sebesar lima ratus ribu rupiah (Rp 500.000), meskipun alat berat yang digunakan tersebut milik perusahaan yang bertugas membersihkan tanah lumpur kecamatan Pante bidari.
Zubir menambahkan dengan nada kesal, “Seharusnya operator alat berat tidak mengenakan biaya sebesar itu. Kita semua harus saling membantu, terutama dalam keadaan darurat seperti ini.”
Warga Desa Blang Senoeng sangat berharap agar Pemerintah segera memberikan bantuan dan respons cepat. Menurut pantauan media, kondisi badan jalan tidak hanya dipenuhi lumpur yang licin, tetapi juga sebagian sudah tergenang air setinggi 10 hingga 30 cm, membuat akses semakin sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua.
Dengan segala kesulitan yang dihadapi, diharapkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan ini demi kelancaran akses dan keselamatan bersama.[Mnw]





