Habanusantara.net – Gelombang panas terasa di sejumlah wilayah Aceh sepanjang Maret 2026, dengan suhu udara tercatat mencapai 34 derajat Celcius. Kondisi ini menjadi sinyal awal masuknya musim kemarau, khususnya di wilayah Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Aceh, suhu maksimum selama Maret berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celcius. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung seiring pergerakan musim yang terus berubah.
Forecaster on duty Badan Klimatologi, Klimatologi Geofisika Aceh, Fitriana Nur, mengatakan peningkatan suhu dipicu oleh peralihan musim serta posisi matahari yang berada tepat di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas penyinaran meningkat.
“Selain karena musim kemarau yang mulai terjadi, posisi matahari di khatulistiwa membuat suhu terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Fitriana menjelaskan, saat ini Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar telah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lain di Aceh diperkirakan menyusul pada Mei mendatang.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat pada masa peralihan musim. Selain suhu panas, potensi hujan tiba-tiba juga masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah juga diingatkan untuk mulai mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air bersih yang berpotensi menurun.
Selain itu, meningkatnya suhu udara turut memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama terhadap potensi karhutla di tengah kondisi cuaca yang semakin panas,” tutup Fitriana.[]





