DPRK Banda Aceh Minta PLN Tak Padamkan Listrik Selama Ramadhan

Redaksi
Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE
Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE
A-AA+A++

Habanusantara.net – DPRK Banda Aceh meminta PT PLN (Persero) Wilayah Aceh memastikan pasokan listrik tetap stabil selama bulan suci Ramadhan. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh, Muhammad Arifin SE, agar tidak terjadi pemadaman listrik yang dapat mengganggu aktivitas ibadah masyarakat.

Arifin yang juga politisi Partai Demokrat menilai Ramadhan merupakan bulan yang sangat bergantung pada dukungan listrik, baik untuk penerangan masjid, kegiatan sahur, hingga pelaksanaan ibadah malam seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an.

“Jangan sampai budaya mati listrik di bulan Ramadhan menjadi prioritas PLN. Ramadhan harus menjadi bulan pelayanan terbaik, bukan bulan pemadaman,” kata Arifin di Banda Aceh, Senin (9/2/2026).

Baca juga : Ketua DPRK Banda Aceh Serahkan Becak Motor untuk Adi yang Berjuang Usai Stroke

Ia mengingatkan PLN agar tidak sampai menjadi pihak yang dianggap merugikan masyarakat akibat seringnya pemadaman listrik, terutama pada waktu-waktu penting seperti saat sahur dan menjelang berbuka puasa.

Menurutnya, pemadaman listrik pada waktu-waktu tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang sedang menjalankan ibadah.

“Kalau listrik sering padam, masyarakat akan sangat dirugikan. Jangan sampai PLN justru dianggap menjadi musuh masyarakat karena lemahnya pelayanan di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selain itu, Arifin juga menekankan agar wilayah yang rawan bencana menjadi prioritas untuk tetap mendapatkan pasokan listrik tanpa gangguan. Ia menilai listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat.

“Di daerah bencana tidak boleh ada alasan untuk pemadaman listrik. PLN harus hadir sebagai solusi, bukan menambah penderitaan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Ruas Jalan Berlubang Kian Parah, DPRK Minta Pemko dan Pemprov Jangan Lempar Tanggung Jawab

Ia juga meminta PLN Aceh melakukan langkah antisipatif dengan memastikan kesiapan jaringan, melakukan perawatan infrastruktur sejak dini, serta menyiagakan petugas selama 24 jam selama Ramadhan.

Arifin menambahkan, koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan DPRK Banda Aceh juga perlu diperkuat agar pelayanan listrik tetap terjaga dan potensi gangguan bisa diminimalkan.

“Kami di DPRK Banda Aceh akan terus mengawasi kinerja PLN. Harapan kami, Ramadhan tahun ini berjalan tanpa pemadaman dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.[***]