61 Mahasiswa STMIK Indonesia Diterjunkan ke Bireuen, Pasang Sistem Proteksi Banjir Otomatis

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Menyusul keberangkatan tim pertama ke Pidie Jaya, STMIK Indonesia Banda Aceh kembali melepas 61 mahasiswa menuju Kabupaten Bireuen, Minggu (1/2/2026). Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Kreatif Teknologi (KMKT) itu akan melaksanakan program pemasangan sistem proteksi banjir otomatis di tingkat gampong.

Pelepasan gelombang kedua ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Prosesi berlangsung penuh semangat di halaman kampus, dihadiri pimpinan institusi, dosen pembimbing lapangan, Unit Kemahasiswaan, serta jajaran pengurus KMKT.

Tim mahasiswa akan mengimplementasikan program bertajuk “Implementasi Sistem Proteksi Banjir Otomatis Bertenaga Solar Panel untuk Ketahanan Gampong” yang dipimpin oleh Taufiq Iqbal, S.Kom., M.M. Program tersebut dipusatkan di Gampong Juli Meunasah Teungoh, Kabupaten Bireuen. Koordinasi lapangan dipimpin oleh Fauzan Irsal Qurbani selaku Ketua KMKT.

Baca juga : Dua Dosen STMIK Indonesia Banda Aceh Lolos Pendanaan Nasional, Usung Teknologi Cerdas Tanggulangi Banjir Aceh

Selama masa pengabdian hingga 28 Februari 2026, mahasiswa akan memasang sistem proteksi banjir otomatis berbasis sensor dan kontrol modern. Sistem ini dirancang mampu mendeteksi kenaikan debit air dan mengaktifkan mekanisme pengamanan secara otomatis. Seluruh perangkat didukung panel surya sebagai sumber energi mandiri dan berkelanjutan.

Selain instalasi teknis, mahasiswa juga akan menggelar pelatihan pengoperasian sistem kepada masyarakat, sosialisasi mitigasi bencana berbasis teknologi, pembentukan tim tanggap darurat tingkat gampong, serta pendampingan pemeliharaan agar sistem tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Fauzan Irsal Qurbani menyatakan kesiapan timnya menjalankan program tersebut.

baca juga : STMIK Indonesia Turunkan 50 Mahasiswa ke Pidie Jaya, Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT

“KMKT sebagai wadah mahasiswa yang fokus pada pengembangan teknologi kreatif sangat bangga dapat berkontribusi langsung untuk masyarakat. Kami telah mempersiapkan tim dengan matang, baik dari sisi teknis maupun mental untuk hidup bersama masyarakat,” ujarnya saat pelepasan.

Unit Kemahasiswaan STMIK Indonesia Banda Aceh memastikan seluruh persiapan administrasi, logistik, hingga pendampingan dosen berjalan maksimal. Sebelum keberangkatan, tim juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Gampong Juli Meunasah Teungoh dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan program tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

Dengan diberangkatkannya tim ke Bireuen, STMIK Indonesia Banda Aceh kini memiliki dua tim lapangan yang bekerja simultan di dua kabupaten berbeda. Total 111 mahasiswa — 50 di Pidie Jaya dan 61 di Bireuen — tengah mengabdi untuk mewujudkan gampong tangguh bencana melalui implementasi teknologi tepat guna.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret menghadapi ancaman banjir di Kabupaten Bireuen. Sistem proteksi otomatis berbasis solar panel tersebut ditargetkan mampu beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana.