Headline

Pasca Banjir, Warga Pante Bidari Nilai Pemerintah Kurang Hadir

×

Pasca Banjir, Warga Pante Bidari Nilai Pemerintah Kurang Hadir

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net — Warga Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah pasca musibah banjir yang melanda wilayah mereka. Hingga kini, sebagian masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah maupun pusat.

Sawamah (70), warga Desa Pante Rambong, mengatakan kondisi warga pascabanjir sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan, banyak kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, seperti tenda pengungsian, sajadah, Alqur’an, selimut, air bersih, serta kelambu untuk melindungi warga dari dingin dan gigitan nyamuk.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pusat bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Sampai sekarang kami masih kekurangan tenda, selimut, kelambu, dan air bersih,” ujar Sawamah kepada HabaNusantara.net, Kamis (25/11/2025).

Menurutnya, kondisi ekonomi warga pascabanjir juga semakin terpuruk. Banyak masyarakat kesulitan mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara kebutuhan mendesak terus bertambah. Selain kelambu dan selimut, warga juga membutuhkan pampers untuk anak-anak, peralatan sekolah, sajadah, kain sarung, masker, serta kitab suci Alqur’an dan buku-buku keagamaan lainnya.

Sawamah menilai, perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terhadap kondisi warga terdampak banjir masih belum maksimal. Ia berharap pemerintah dapat memberikan keringanan dan bantuan nyata bagi keluarga-keluarga yang sedang mengalami kesusahan akibat bencana tersebut.

“Kami masih kedinginan, kelambu dan selimut sangat dibutuhkan. Kami mohon pemerintah Kabupaten Aceh Timur benar-benar memperhatikan kondisi kami saat ini,” katanya.

Selain persoalan kebutuhan dasar, warga Pante Bidari juga dihadapkan pada masalah kesehatan lingkungan. Informasi yang dihimpun HabaNusantara.net menyebutkan, debu sisa banjir mulai mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Sejumlah warga mengaku anak-anak mulai mengalami gejala demam dan batuk-batuk akibat menghirup debu. Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar segera menindaklanjuti keresahan tersebut melalui penanganan lingkungan dan layanan kesehatan pascabanjir.[Munawir]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close