Habanusantara.net — Kelangkaan gas LPG yang melanda Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
Dari warung kecil hingga pangkalan resmi, tabung-tabung gas berbagai ukuran—3 kilogram, 5,5 kilogram, hingga 12 kilogram—hilang dari pasaran.
Warga berkeliling ke banyak titik, tetapi sebagian besar pulang dengan tangan kosong.
Situasi ini membuat Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, angkat suara dan mendesak Pertamina untuk segera mengambil tindakan cepat.
Ia menilai diamnya Pertamina di tengah kelangkaan ini hanya memperpanjang penderitaan masyarakat yang saat ini juga sedang menghadapi bencana banjir dan longsor, meskipun Kota Banda Aceh tidak berdampak bencana, tapi merasakan dampak dari bencana itu.
“Pertamina jangan diam saja. Distribusi LPG harus segera dilakukan. Warga sudah sangat sulit mendapat gas, sementara gas adalah kebutuhan primer sehari-hari, bukan barang mewah,” tegas Ismawardi, Rabu 4 Desember 2025
Menurutnya, kelangkaan gas ini bukan hanya memukul rumah tangga, tetapi juga mempengaruhi para pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari usaha kecil berbasis produksi makanan.
Banyak pelaku usaha terpaksa menghentikan produksi karena tak mendapatkan suplai gas.
“Ibu rumah tangga kesulitan memasak, UMKM sulit memproduksi. Ini bukan masalah kecil. Gas kosong berarti aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh,” ujarnya.
Ismawardi menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang memutuskan sejumlah akses memang menjadi tantangan, namun bukan alasan untuk membiarkan masyarakat terhimpit tanpa solusi.
Ia menilai Pertamina seharusnya memiliki langkah darurat dan mekanisme alternatif untuk memastikan suplai LPG tetap berjalan.
“Dalam kondisi bencana, Pertamina tidak boleh bekerja dengan pola standar. Harus ada langkah alternatif. Kalau BBM bisa dipasok melalui jalur laut, kenapa LPG tidak? Jangan sampai warga merasa ditinggalkan,” kata politisi tiga periode tersebut.
Ia meminta Pertamina segera menambah jalur pasokan, mengerahkan armada distribusi tambahan, atau membuka skema pendistribusian darurat seperti yang dilakukan saat penanganan krisis energi.
“Pertamina harus turun langsung memastikan pasokan sampai kepada masyarakat. Kita tidak butuh pernyataan, yang dibutuhkan saat ini adalah distribusi nyata di lapangan,” tegasnya.
Ismawardi juga mengajak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina agar krisis ini tidak semakin meluas.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.
“Jangan biarkan kesulitan ini berlarut-larut. Warga sudah cukup menderita akibat listrik padam, jaringan putus, BBM harus antri berjam jam ditambah bahan pangan yang naik. Pertamina harus hadir dengan solusi, bukan menunggu situasi membaik,” pungkasnya.[]




















