HABANUSANTARA.NET – Tiga dekade bukan waktu yang singkat, tapi bagi alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) angkatan 1995, jarak 30 tahun justru terasa runtuh begitu saja saat mereka kembali berkumpul di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Sabtu 23 Agustus 2025.
Reuni kali ini berlangsung di Habibie Cafe, dengan view laut biru yang jadi saksi nostalgia, canda tawa, sekaligus momen haru.
Sejak pagi, suasana kafe yang biasanya tenang langsung riuh oleh sapaan, pelukan, dan cerita lama yang kembali dibuka.
Banyak yang datang bersama keluarga, ada juga yang rela menyeberang dari Pulau Jawa cuma untuk ketemu kawan lama. Total ada sekitar 40 alumni hadir.

Dan menariknya, banyak dari mereka sekarang sudah ada yang jadi pejabat tinggi, hakim, akademisi, sampai pengusaha.
Royes Ruslan, SH., M.Kn., yang kini duduk sebagai anggota DPR Kota Banda Aceh, buka reuni dengan sambutan penuh bangga.
“Kita udah jauh berpisah, tapi rasa kebersamaan itu masih sama kayak dulu,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Fauzan, SH., Ketua Angkatan pertama, juga nggak kalah bikin merinding waktu cerita gimana persahabatan mereka tetap kuat meski sudah ditempa jarak dan waktu puluhan tahun.

Momen yang bikin suasana mendadak hening adalah saat doa bersama untuk 13 rekan seangkatan yang sudah berpulang.
Ada yang jadi korban tsunami Aceh 2004, ada juga yang meninggal karena sakit.
Doa itu terasa syahdu, bikin semua yang hadir sadar bahwa hidup memang singkat, dan persaudaraan kayak gini harus dijaga sampai kapan pun.
Yang bikin reuni makin hangat, ternyata banyak dari alumni 1995 sekarang punya posisi keren. Misalnya, Fadli, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri Jantho; Samsul Maidi, SH., MH., KPN Pidie Jaya; Faisal Mahdi, SH., MH., KPN Lhokseumawe; sampai DR (candidat) Nasri, SH., MH., Ketua PN Magetan Jawa Tengah. Ada juga DR Nasrifal, SH., MH., yang sekarang jadi Wakil Ketua PTUN Kota Mataram. Rosnainah, SH., MH., Ketua PN Ciamis Jawa Barat, ikut reuni lewat daring. Numairi Muchtar, SH. MH jadi salah seorang direkrut Bank Aceh dan ka.ops mardiyah (perwakilan kjt aceh/ahli madya).
Selain itu, banyak pula alumni yang berkarier sebagai pejabat di pemerintahan kabupaten/kota di Aceh, Jaksa Penuntut umum di berbagai daerah wilayah tugas, oditur pengadilan militer, dosen di perguruan tinggi negeri, serta profesional di berbagai sektor swasta dan pengusaha.
Lengkap sudah, alumni hukum 95 ini benar-benar menyebar sampai ke berbagai sudut negeri.
Acara nggak melulu formal. Setelah sesi serius, suasana langsung cair dengan hiburan musik, bercanda, dan makan bareng.
Menu khas Aceh tersaji di meja, bikin obrolan makin ngalir sambil nostalgia masa kuliah dulu di Darussalam.
Nggak cuma nostalgia, reuni ini juga jadi ajang buat bikin kesepakatan baru.
Para alumni sepakat bakal terus jaga komunikasi dan bikin kegiatan sosial yang bermanfaat, mulai dari bakti sosial sampai program pendidikan. Bahkan ada rencana reuni berikutnya di Sabang, sekitar dua atau tiga tahun lagi.
“Biar semangat kebersamaan ini nggak padam,” kata salah seorang alumni yang langsung disambut teriakan setuju.
Reuni 30 tahun ini akhirnya jadi bukti kalau persahabatan yang dibangun di kampus nggak akan lekang dimakan waktu.
Bagi alumni hukum Unsyiah 1995, Pantai Lampuuk bukan cuma jadi tempat liburan, tapi saksi bisu bagaimana ikatan tiga dekade lalu tetap menyala sampai hari ini.[Is]




















