Habanusantara.net – Warga Simpang Ulim, Aceh Timur keluhkan pelayanan PLN yang melakukan pamadaman listrik wilayah Mereka.
Bukan karena cuaca ekstrem, tapi karena listrik padam hampir tiap hari. Ironisnya, pihak PLN Aceh Timur memilih bungkam, seolah tak ada masalah.
“Sudah kami laporkan berkali-kali. Hasilnya? Nol besar. PLN seperti tidak peduli,” tegas Abu Rih, Geuchik Kuala Simpang yang juga Ketua Forum Geuchik Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (27/7/2025).
“Sudah kami laporkan berkali-kali. Hasilnya? Nol besar. PLN seperti tidak peduli. Ini Aceh Timur, bukan daerah terpencil yang tidak punya jaringan listrik. Jadi apa alasan PLN? Jangan-jangan manajemennya yang bermasalah.”
— Abu Rih Ketua Forum Geuchik Kecamatan Simpang Ulim
Gelap, Usaha Lumpuh, Warga Meradang
Pemadaman listrik bukan sekadar membuat rumah gelap. Usaha warga hancur. Warung kopi tak bisa beroperasi, pedagang harus menutup usahanya lebih cepat karena gelap, dan anak-anak belajar pakai lilin di abad digital.
“Ini bukan hal sepele. Ada ekonomi rakyat yang lumpuh,” kata Abu Rih dengan nada kesal.
Yang lebih menyakitkan, pemadaman selalu datang tiba-tiba, tanpa pemberitahuan. Warga hanya bisa pasrah menunggu listrik menyala entah kapan.
“Kalau ada masalah, beri tahu kami. Jangan diam saja,” tambahnya.
Hingga kini, tidak ada satu pun pejabat PLN Aceh Timur yang berani memberikan keterangan resmi. Wartawan mencoba menghubungi, tapi nihil. PLN seakan menutup telinga dari keluhan masyarakat.
“Kalau PLN terus bungkam, ini jelas pelecehan terhadap hak masyarakat. Kami siap turun ramai-ramai kalau tidak ada tindakan,” ancam Abu Rih.
Pemadaman listrik di Simpang Ulim bukan cerita baru. Masalah ini sudah berlangsung lama. Warga hanya bisa bertanya: sampai kapan PLN terus bermain-main dengan kebutuhan dasar rakyat?
“Ini Aceh Timur, bukan daerah terpencil yang tidak punya jaringan listrik. Jadi apa alasan PLN? Jangan-jangan manajemennya yang bermasalah,” sindir salah satu warga.[]





















