Dinkes Aceh Singkil Gencarkan Pelatihan Kader Posyandu untuk Cegah Stunting

Redaksi
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Fandrik
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Fandrik
A-AA+A++

Habanusantara.net — Dinas Kesehatan Aceh Singkil terus menggencarkan pelatihan bagi kader Posyandu guna menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah kolaboratif untuk memperkuat kapasitas kader kesehatan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani risiko stunting pada anak sejak dini.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Fandrik, menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam masa seribu hari pertama kehidupan, yaitu sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

“Stunting menyebabkan anak memiliki postur tubuh lebih pendek dari anak-anak seusianya, disertai risiko perkembangan otak yang terhambat, sehingga memengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar,” jelas Fandrik.

Menurutnya, stunting disebabkan oleh beberapa faktor, seperti asupan gizi yang kurang, infeksi yang berulang, serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak. Selain itu, sanitasi yang buruk juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka stunting.

Anak-anak yang mengalami stunting umumnya menunjukkan ciri-ciri seperti berat badan tidak bertambah sesuai usia, pertumbuhan lambat, serta tinggi badan yang lebih pendek dari standar anak seusianya.

Fandrik, menyebutkan bahwa sejak 2022 pihaknya telah melatih hampir 30% dari 97 kader Posyandu yang tersebar di Aceh Singkil.

Pelatihan ini mencakup penggunaan alat ukur tinggi badan, lingkar lengan, dan lingkar kepala anak yang sudah sesuai standar kesehatan.

“Kami menghadapi tantangan anggaran, tetapi pelatihan bertahap terus dilakukan dengan dukungan APBN,” ujar Fandrik.

Kader Posyandu yang dilatih juga bekerja sama dengan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) di setiap desa atau gampong sebagai pemimpin tim.

Kerja sama ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMK), sehingga para kader bisa berkolaborasi dalam mengidentifikasi keluarga dengan risiko stunting dan mengarahkan program sanitasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Fandrik menjelaskan, intervensi stunting juga melibatkan pengelolaan data berbasis digital untuk memastikan keakuratan data.

“Data terkait stunting bersumber tunggal dari Dinas Kesehatan sesuai amanat Perpres No. 72 Tahun 2021, sehingga seluruh instansi yang ingin melakukan intervensi harus mengakses data dari Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Angka stunting di Aceh Singkil telah mengalami penurunan dari 17% pada 2022 menjadi 14% pada 2023.

Dinas Kesehatan menargetkan pengurangan lebih lanjut pada 2024 melalui berbagai intervensi kolaboratif, termasuk dengan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk advokasi dan sosialisasi yang selaras.

Rencana ke depan, Dinas Kesehatan Aceh Singkil akan mengusulkan kepada pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan agar pelatihan kader bisa dilaksanakan setiap tahun.

Fandrik menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kader yang ada di desa, terutama saat terjadi pergantian kepala desa.

“Kami harap jika ada pergantian keuchik, kader Posyandu tidak langsung diganti. Jika pun perlu diganti, biaya pelatihan kembali harus menjadi tanggung jawab desa,” tutup Fandrik.

Ajak Masyarakat Berikan MP-ASI Kaya Protein Hewani untuk Bayi

Dinas Kesehatan Aceh Singkil juga mengajak masyarakat untuk memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang kaya protein hewani bagi bayi.

Fandrik menyebutkan bahwa protein hewani sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal anak.

“Kami selalu mengingatkan orang tua untuk memperhatikan pertumbuhan anak mereka secara rutin. Jika berat badan anak tidak naik, segera periksa ke dokter di puskesmas,” imbaunya.

Cara Pencegahan Stunting

Fandrik juga memberikan panduan bagi orang tua agar lebih pedu…
[20.04, 6/11/2024] ismailphonna: [26]
Upaya Ateuk Munjeng Tingkatkan Kunjungan Warga ke Posyandu

Gampong Ateuk Munjeng, Banda Aceh, terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan warga ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Bhakti Husada, yang menjadi pusat pelayanan kesehatan keluarga di kawasan tersebut.

Melalui kegiatan edukatif dan inovatif, posyandu ini berhasil menarik minat masyarakat untuk memantau kesehatan mereka secara rutin.

Kegiatan ini diharapkan bisa memperbaiki angka kesehatan gampong, terutama bagi ibu hamil, balita, dan lansia.

Posyandu Bhakti Husada di Gampong Ateuk Munjeng telah berkembang menjadi fasilitas kesehatan yang penting, dengan lokasi strategis di Kecamatan Baiturrahman.

Posyandu ini menyediakan berbagai layanan kesehatan, seperti pemeriksaan berkala, penyuluhan gizi, dan edukasi sanitasi. Hal ini membantu mendeteksi dan mencegah penyakit sejak dini, yang berdampak positif bagi kesehatan warga.

Pj Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Baiturrahman, Zulhijjar, mengapresiasi antusiasme masyarakat Ateuk Munjeng dalam memanfaatkan layanan posyandu.

“Kami melihat bahwa keterlibatan aktif masyarakat, terutama ibu-ibu dan kader kesehatan, sangat berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga,” ujar Zulhijjar.

Menurutnya, dukungan pemerintah gampong dan kader kesehatan, masyarakat semakin memahami pentingnya memeriksa kesehatan secara rutin di posyandu.

Diantara kegiatan yang paling diminati adalah edukasi kesehatan, yang mencakup lomba masak sehat dan senam pagi. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menarik perhatian warga tetapi juga memberikan pemahaman tentang gizi seimbang dan pentingnya olahraga.

Dengan kegiatan ini, warga mulai menganggap posyandu sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan pelayanan kesehatan tetapi juga edukasi untuk gaya hidup sehat.

Posyandu Bhakti Husada Gampong Ateuk Munjeng mengalami peningkatan jumlah kunjungan, khususnya dari kelompok ibu hamil dan balita. Selain itu, kesadaran para lansia untuk memantau kesehatannya juga meningkat, yang berdampak pada menurunnya angka kematian ibu dan bayi di gampong tersebut.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah gampong, termasuk penyediaan anggaran operasional, honor bagi kader, dan pelatihan peningkatan kapasitas.

Pemerintah gampong bersama Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berkomitmen untuk memperluas program penyuluhan kesehatan di posyandu agar menjangkau lebih banyak warga.

Melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif, Posyandu Bhakti Husada di Gampong Ateuk Munjeng terus berupaya menjadi pusat kesehatan keluarga yang inklusif dan berdaya guna bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan berbagai strategi dan kegiatan yang ditawarkan, Posyandu Bhakti Husada Ateuk Munjeng tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat untuk membentuk pola hidup sehat.[***]