habanusantara.net – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut penembakan warga di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/11/2026).
Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, mengatakan investigasi diperlukan untuk mengungkap secara transparan kronologi kejadian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut.
Menurut Azharul, peristiwa itu mencederai rasa keadilan, keamanan, dan perdamaian yang telah terbangun di Aceh. Terlebih, insiden terjadi di tengah kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, kericuhan diduga bermula dari pengibaran bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Dalam informasi tersebut, pelaku penembakan disebut berasal dari unsur TNI. Namun, dugaan keterlibatan aparat tersebut masih memerlukan pembuktian dan belum dapat dikonfirmasi.
Azharul menegaskan, kekerasan bersenjata terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menilai persoalan simbol daerah, termasuk bendera Bulan Bintang, seharusnya diselesaikan melalui dialog dan ketentuan perundang-undangan, bukan dengan pendekatan keamanan yang berujung kekerasan.
Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh mengamanatkan perlindungan hak asasi manusia dan pemenuhan rasa aman bagi masyarakat Aceh pascaperdamaian.
Atas kejadian tersebut, KontraS Aceh meminta Komnas HAM, Polri, dan lembaga berwenang lainnya segera membentuk tim investigasi independen agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan dan akuntabel.
Selain pengusutan kasus, KontraS juga mendesak aparat keamanan menghentikan tindakan represif dalam menangani persoalan sosial maupun simbolik di tengah masyarakat Aceh.
KontraS turut meminta adanya pertanggungjawaban hukum terhadap aparat apabila terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang. Pemerintah dan pihak terkait juga didesak menjamin perawatan medis serta pemulihan bagi seluruh warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut.





