Menurutnya, ruas jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M menjadi salah satu akses yang mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia memastikan pembangunan jalan tersebut secara permanen telah direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2027 dengan anggaran Rp 15 miliar.
Al-Farlaky menilai keberadaan jalan di kawasan pedalaman memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama sebagai akses untuk membawa hasil alam dari sentra produksi menuju pusat-pusat ekonomi.
“Kalau aksesnya baik, tidak dapat dipungkiri denyut nadi ekonomi masyarakat akan lebih cepat. Kita pahami bahwa jalan ini akan membantu mendongkrak ekonomi masyarakat di sini,” ujarnya.





