Habanusantara.net — Kemudahan transaksi perbankan digital harus diimbangi dengan kewaspadaan nasabah terhadap penipuan. Mengklik tautan tidak dikenal, membagikan kata sandi, hingga memberikan kode OTP kepada orang lain menjadi hal yang perlu dihindari.
Pesan tersebut disampaikan dalam Prima Talk Show with Bank Aceh Syariah pada rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi, dan Wakil Direktur Utama PT Rintis Sejahtera, Suryono Hidayat, hadir sebagai narasumber untuk membahas keamanan transaksi, layanan perbankan digital, serta peran jaringan pembayaran dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Hendra mengingatkan, memiliki rekening dan menggunakan layanan perbankan belum cukup jika nasabah tidak memahami cara bertransaksi secara aman.
Ia mengimbau masyarakat tidak sembarangan mengeklik tautan yang tidak dikenal, menggunakan Wi-Fi publik untuk transaksi sensitif, ataupun memberikan PIN, kata sandi, dan kode OTP kepada siapa pun.
Menurutnya, pemahaman terhadap fitur dan layanan perbankan perlu berjalan beriringan dengan kebiasaan menjaga kerahasiaan data pribadi.
Bank Aceh Syariah, kata Hendra, terus melakukan pembenahan dan inovasi layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Pengembangan fitur digital, kemudahan transaksi, serta layanan top up menjadi bagian dari upaya tersebut.





