Cium Pipi Ibu Sebelum Berangkat, Rasya Pulang dalam Peti Jenazah 22 Hari Kemudian

Redaksi
Nur Laila (47), melihat foto almarhum anaknya Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa yang meninggal setelah 22 hari menjalani pendidikan di asrama Poltekpel Malahayati Aceh. Foto: (Bithe)
Nur Laila (47), melihat foto almarhum anaknya Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa yang meninggal setelah 22 hari menjalani pendidikan di asrama Poltekpel Malahayati Aceh. Foto: (Bithe)
A-AA+A++

Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melakukan penyelidikan awal atas kematian Rasya.

Petugas mengumpulkan keterangan di lingkungan Poltekpel Malahayati serta dari pihak rumah sakit tempat Rasya sempat mendapat perawatan.

Kepolisian juga masih menunggu hasil visum et repertum dan pemeriksaan CT scan jenazah dari tim dokter forensik untuk mengetahui kondisi serta penyebab kematian Rasya.

Bagi Nur Laila, hasil pemeriksaan tersebut penting untuk menjawab pertanyaan keluarga mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap putranya selama menjalani pendidikan.

Ia mengenang Rasya sebagai anak yang terbuka, jujur dan selalu meminta izin sebelum melakukan sesuatu.

Kini, kebiasaan itu tidak lagi terdengar di rumah.

Nur Laila hanya berharap proses penyelidikan dapat mengungkap penyebab kematian putranya secara terang. Jika nantinya ditemukan adanya penganiayaan, ia meminta aparat memproses pihak yang bertanggung jawab.

“Minta tolong untuk keadilan. Apabila benar (ada penganiayaan), tolonglah diusut anak saya, kasihan dia,” ucap Nur Laila lirih.

“Kenapa anak saya jadi korban? Sementara dia anak baik-baik.”[*]