Cium Pipi Ibu Sebelum Berangkat, Rasya Pulang dalam Peti Jenazah 22 Hari Kemudian

Redaksi
Nur Laila (47), melihat foto almarhum anaknya Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa yang meninggal setelah 22 hari menjalani pendidikan di asrama Poltekpel Malahayati Aceh. Foto: (Bithe)
Nur Laila (47), melihat foto almarhum anaknya Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa yang meninggal setelah 22 hari menjalani pendidikan di asrama Poltekpel Malahayati Aceh. Foto: (Bithe)
A-AA+A++

Ibu Sempat Minta Video Kondisi Rasya

Selama Rasya berada di asrama, Nur Laila mengaku tidak pernah mendengar langsung suara putranya melalui sambungan telepon.

Kondisi itu membuat kekhawatirannya tumbuh. Ia kemudian mencoba menghubungi pengasuh melalui akun TikTok dan meminta agar kondisi Rasya direkam melalui video.

“Saya ada hubungi pengasuh di TikTok-nya, saya bilang, ‘Bu, tolong videoin anak saya gimana kondisinya.’ Dijawab, ‘Iya sebentar, belum jumpa ya.’ Udah 5 hari, udah 10 hari enggak ada dikirim. Tahu-tahu udah kayak gini anak saya. Memang firasat saya enggak enak,” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima keluarga, Rasya sebelumnya mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan selama dua hari. Ia sempat mendapat perawatan di klinik kampus sebelum akhirnya dibawa ke RSUDZA.

Pihak keluarga juga mendapat informasi mengenai dugaan reaksi alergi obat. Namun, keterangan tersebut dipertanyakan Nur Laila karena ia mengaku putranya tidak memiliki riwayat alergi dan jarang mengonsumsi obat.

“Enggak ada alergi. Dia jarang minum obat. Kalau udah demam pun cuma parasetamol saya kasih,” ungkapnya.