Simpang Pocut Baren Ditata, Banda Aceh Bangun Jalur Pedestrian Ramah Pelajar

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai membenahi kawasan Simpang Pocut Baren, Kecamatan Kuta Alam, melalui pembangunan pedestrian terintegrasi untuk menjawab tingginya aktivitas masyarakat di salah satu pusat pendidikan kota tersebut.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan penataan Jalan Tengku Chik Thayeb Peureulak menjadi bagian dari program prioritas pemerintah kota di bidang infrastruktur. Kawasan itu dipilih karena menjadi titik dengan mobilitas pelajar dan masyarakat yang cukup padat setiap hari.

“Ini salah satu urat nadi pendidikan di Kota Banda Aceh. Ada MAN Modern, MTsN Modern, MI Modern, SD Kartika, PAUD, dan beberapa lembaga pendidikan lainnya. Setiap pagi dan siang, kawasan ini dipenuhi aktivitas keluar masuk pelajar,” ujar Illiza.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penataan yang tidak hanya memperhatikan kelancaran kendaraan, tetapi juga memastikan ruang aman bagi pejalan kaki. Karena itu, Pemko Banda Aceh melakukan revitalisasi pedestrian sepanjang 630 meter sebagai tahap awal.

Penataan tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak sekolah, lansia, serta penyandang disabilitas.

“Pedestrian ini bukan hanya soal mempercantik kota, tetapi bagaimana menghadirkan ruang yang aman bagi warga. Trotoar harus kembali menjadi ruang bagi pejalan kaki,” katanya.

Illiza menjelaskan, kawasan Simpang Pocut Baren tidak akan berdiri sendiri. Pemko Banda Aceh merancang jalur pedestrian tersebut menjadi bagian dari koridor yang saling terhubung, mulai dari Jalan Tengku Chik Thayeb Peureulak menuju Jalan Syiah Kuala hingga kawasan Jambo Tape.

Konsep pedestrian terintegrasi itu diharapkan mampu menciptakan jaringan ruang publik yang lebih tertata sekaligus mendukung mobilitas masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan bermotor.

Selain aspek kenyamanan, penataan kawasan tersebut juga menjadi upaya memperbaiki estetika kota dan menciptakan lingkungan yang lebih rapi di kawasan strategis Banda Aceh.

Illiza meminta masyarakat mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan agar hasil penataan dapat dirasakan bersama.

“Kami meminta doa, pengertian, dan kerja sama masyarakat selama proses pengerjaan. Harapannya, wajah baru Jalan Tengku Chik Peureulak dan koridor sekitarnya menjadi lebih tertata serta memberikan manfaat bagi warga Kota Banda Aceh,” ujarnya.[***]