Angka tersebut menunjukkan bahwa BPRA-UKT bukan sekadar program bantuan finansial, tetapi merupakan ikhtiar Rumah Amal Masjid Jamik USK untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan studi.
Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy, menegaskan bahwa di balik setiap angka penyaluran terdapat harapan mahasiswa yang harus terus dijaga.
“Bantuan ini bukan sekadar tentang membayar UKT atau memenuhi kebutuhan mahasiswa. Di balik bantuan ini ada cita-cita, ada perjuangan keluarga, dan ada masa depan yang sedang diperjuangkan. Karena itu, Rumah Amal ingin memastikan bahwa mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tidak berhenti di tengah jalan hanya karena persoalan biaya,” ujar Tedy.
Ia menambahkan, keberlanjutan program Rumah Amal sangat bergantung pada kepercayaan dan kepedulian para muzakki, donatur, orang tua asuh, serta seluruh sivitas akademika dan mitra yang selama ini mengambil bagian dalam gerakan kebaikan tersebut.





