Kepsek di Aceh Utara Mengaku Diminta Rp70 Juta oleh Oknum yang Mengaku Wartawan

Munawir
Ilustrasi
Ilustrasi
A-AA+A++

Habanusantara.net– Seorang kepala sekolah di Kabupaten Aceh Utara mengaku diminta uang sebesar Rp70 juta oleh seseorang yang disebut mengaku sebagai wartawan terkait proyek revitalisasi sekolah yang sedang dikerjakan.

Pengakuan tersebut disampaikan kepala sekolah berinisial A kepada Habanusantara. Menurutnya, proyek revitalisasi itu merupakan program pemerintah pusat untuk memperbaiki bangunan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir.

A mengatakan pelaksanaan proyek telah mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk memasang papan informasi proyek serta menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja.

Namun, ia mengaku didatangi beberapa orang yang mengatasnamakan wartawan. Setelah pemberitaan mengenai proyek tersebut terbit di salah satu media, A mengaku dihubungi oleh seseorang yang disebutnya meminta uang sebesar Rp70 juta agar persoalan tersebut tidak lagi dipersoalkan.

“Kami menyayangkan adanya dugaan permintaan uang tersebut. Saya diminta memberikan Rp70 juta agar persoalan ini tidak diperpanjang. Sampai saat ini saya tidak memberikan uang sebagaimana diminta,” kata A kepada Habanusantara, Rabu (29/7/2026).

Menurut A, dirinya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan. Ia mengaku diminta tetap melanjutkan pekerjaan revitalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami diminta fokus menyelesaikan pekerjaan sesuai aturan dan tidak mengambil langkah sendiri. Sampai sekarang saya tidak memberikan uang sedikit pun,” ujarnya.

A berharap apabila benar terdapat dugaan tindak pidana, aparat penegak hukum dapat menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Habanusantara masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebut dalam pengakuan kepala sekolah tersebut.

Apabila pihak yang bersangkutan memberikan penjelasan atau bantahan, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan hak jawab.

Demikian pula, belum diperoleh informasi apakah dugaan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum.[Mnw]