Habanusantara.net – Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Zaini Abdullah, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026) pukul 12.24 WIB. Kepergian tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan politik, perdamaian, dan pembangunan Aceh.
Sebelum memimpin Aceh sebagai gubernur, Zaini Abdullah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berprofesi sebagai dokter, ia meninggalkan kariernya demi terlibat dalam perjuangan politik Aceh dan kemudian menjadi bagian dari tim perunding yang melahirkan kesepakatan damai melalui MoU Helsinki tahun 2005.
Namun, warisan yang paling nyata bagi masyarakat Aceh terlihat saat dirinya memimpin pemerintahan Aceh pada periode 2012-2017. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Baca juga : Mengenang Zaini Abdullah, Diplomasi GAM hingga Memimpin Aceh
Sejumlah proyek strategis mulai dijalankan untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya pembangunan Jembatan Lamnyong di kawasan Darussalam, Banda Aceh, yang dirancang untuk mengurai kemacetan di kawasan pendidikan yang setiap hari dipadati mahasiswa dan masyarakat.
Selain itu, pembangunan jembatan layang atau flyover juga menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang pemerintah Aceh guna mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas di masa mendatang.
Tak hanya itu, masjid Raya Baiturrahman yang hari ini terlihat megah berdiri di Aceh tak lepas dari peran Abu Doto.
Tahun 2015 silam tanda dimulainya pembangunan dan pengembangan landscape serta infrastruktur Masjid nomor satu di Aceh tersebut. Pengembangan masjid bersejarah dan kebanggaan rakyat Aceh ini tuntas pada tahun 2016.
Kala itu, ia menyebut, pemugaran masjid kebanggaan rakyat Aceh ini agar terlihat semakin indah dan modern merupakan tekat dan cita-citanya sejak dulu. Menurutnya, masjid Raya Baiturrahman memiliki makna sendiri bagi kunjungan wisatawan muslim ke Aceh.
Baca juga : Breaking News : Abu Doto, Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia
Pembangunan yang dilakukan tidak hanya terpusat di Banda Aceh.
Pemerintah Aceh di era Zaini Abdullah juga mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah, termasuk jalur lintas timur serta lintas barat-selatan Aceh yang menjadi urat nadi transportasi dan distribusi barang antarwilayah.
Perbaikan ruas jalan tersebut dinilai berkontribusi dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di daerah-daerah yang sebelumnya terkendala akses transportasi.
Perhatian terhadap pembangunan juga menyentuh sektor perumahan. Pemerintah Aceh saat itu berupaya meningkatkan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan membantu warga yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Kebijakan pembangunan infrastruktur yang dijalankan pada masa kepemimpinannya menjadi salah satu fondasi yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah di Aceh.
Asisten pribadi Zaini Abdullah, Muzakir Abdul Hamid, mengatakan Abu Doto telah menjalani perawatan di RSUDZA sejak 4 Juni 2026. Kondisinya sempat membaik melalui perawatan jalan, namun kembali menurun sehingga harus dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu dini hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Jenazah mantan orang nomor satu di Aceh tersebut rencananya akan dimakamkan di Beureunuen, Kabupaten Pidie.
Kepergian Zaini Abdullah tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan seorang mantan gubernur, tetapi juga meninggalkan catatan tentang sosok yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh dan pembangunan berbagai infrastruktur yang masih dirasakan manfaatnya hingga hari ini.[Is]





