Habanusantara.net — Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Sorotan publik tertuju pada keputusan dewan juri yang dianggap tidak konsisten saat menilai jawaban peserta.
Dalam video yang beredar, terlihat tiga kelompok siswa bersaing menjawab pertanyaan rebutan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.
“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara dalam tayangan yang diunggah di YouTube MPR RI, Senin (11/5).
Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta tercepat yang menekan bel. Salah satu peserta kemudian menjawab:
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”
Namun jawaban tersebut justru dinilai salah oleh salah satu dewan juri, Dyastasita, yang merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI. Grup C pun mendapat pengurangan nilai minus lima.
Tak lama berselang, pertanyaan yang sama kembali dilempar kepada peserta lain. Grup B dari SMAN 1 Sambas kemudian memberikan jawaban yang secara substansi terdengar sama.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Grup B.
Kali ini, jawaban tersebut dinyatakan benar dan mendapat nilai penuh 10 poin.
“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” kata Dyastasita.
Situasi langsung memicu protes dari Grup C. Mereka menilai jawaban yang disampaikan sebelumnya sama persis dengan jawaban Grup B.
“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” protes salah satu peserta.
Namun Dyastasita tetap pada pendiriannya. Ia menyebut Grup C tidak menyebutkan unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam jawaban awal mereka.
“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada,” ujar Dyastasita.
Peserta Grup C kembali membantah dan menegaskan bahwa mereka telah menyebutkan DPD saat menjawab. Bahkan mereka meminta agar penonton turut dimintai pendapat terkait jawaban tersebut.
Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan keputusan awal.
“Dewan juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,” kata Dyastasita lagi.
Sementara itu, dewan juri lainnya, Indri Wahyuni, meminta peserta memperhatikan kejelasan artikulasi saat menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri tidak mendengar dengan jelas, maka dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” ujarnya.
Potongan video tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan objektivitas penilaian dewan juri karena jawaban kedua peserta dinilai identik, namun mendapat keputusan berbeda.[]





