Banjir Lumpuhkan SDN 9 Lhoksukon, Guru dan Siswa Bersihkan Lumpur

Munawir
Guru sedang membersihkan lumpu pasca banjir, senin 11 Mei 2026 [Foto/munwir]
Guru sedang membersihkan lumpu pasca banjir, senin 11 Mei 2026 [Foto/munwir]
A-AA+A++

Habanusantara.net – Aktivitas belajar mengajar di SDN 9 Lhoksukon terpaksa dihentikan sementara setelah banjir melanda Desa Kumbang LT, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 11 Mei 2026.

Banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Peutoe itu membuat halaman dan ruang kelas sekolah dipenuhi lumpur serta sampah. Dewan guru bersama siswa-siswi kini bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah agar proses belajar dapat kembali berjalan.

Kepala SDN 9 Lhoksukon, Nafsiah S.Pd, mengatakan banjir yang terjadi setelah hujan deras semalaman menyebabkan sekolah lumpuh total dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar.

“Akibat curah hujan tadi malam, sekolah kami lumpuh dan tidak bisa belajar. Hari ini kami sedang membersihkan lumpur di sekolah supaya murid bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Nafsiah kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kondisi banjir yang merendam sekolah bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, sekolah tersebut kerap terdampak luapan air akibat tanggul sungai yang jebol.

Menurutnya, masyarakat sekitar juga mulai khawatir karena banjir terus berulang setiap tahun dan berdampak terhadap aktivitas pendidikan maupun ekonomi warga.

Nafsiah menyebutkan sebagian besar wali murid berasal dari keluarga yang terdampak banjir dan mengalami kesulitan ekonomi. Karena itu, pihak sekolah tetap memperbolehkan siswa memakai pakaian bebas agar mereka tetap bisa mengikuti pelajaran.

“Mayoritas masyarakat kesulitan membeli seragam baru sekolah. Kalau terus dibiarkan, anak-anak bisa berhenti belajar, jadi kami tetap membolehkan memakai baju bebas,” katanya.

Sementara itu, warga mengaku kecewa karena persoalan banjir dinilai belum mendapat penanganan serius. Selain merusak fasilitas pendidikan, banjir juga berdampak terhadap sektor pertanian masyarakat setempat.

Hingga kini, masyarakat mengaku masih menunggu langkah nyata pemerintah untuk menangani persoalan tanggul sungai yang kerap menyebabkan banjir di wilayah tersebut.[Mnw]