Pemko Banda Aceh dan BNPB Tanam Ribuan Pohon untuk Ketahanan Lingkungan

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanam sebanyak 1.567 batang pohon di sejumlah titik strategis kota, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang tahun ini dipusatkan di Banda Aceh.

Penanaman dilakukan di kawasan Jalan Teuku Nyak Arief, Lamnyong, hingga Tugu Pena di Kecamatan Syiah Kuala. Selain itu, sebanyak 440 batang pohon lainnya juga ditanam di Gampong Lampulo dan kawasan Kilometer Nol Kota Banda Aceh.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi mangga, tabebuya, ketapang, jeumpa, hingga cemara laut. Penanaman dilakukan langsung oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah mempercayai Banda Aceh sebagai tuan rumah HKB 2026. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah nyata dalam upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.

“Ini bentuk upaya kita yang nyata dalam mencegah bencana. Karena mitigasi vegetasi ini memang terlihat sederhana, tapi berdampak sangat besar,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Ia juga menyoroti peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam menjaga lingkungan melalui program gampong pro-iklim. Menurutnya, gerakan seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan terhadap bencana.

“Menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Vegetasi hari ini bukan sekadar penghijauan, tapi benteng alami kota yang menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi risiko bencana,” kata Illiza.

Sementara itu, Rustian menyampaikan pesan dari Kepala BNPB agar seluruh tanaman yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus berinovasi dalam pengurangan risiko bencana serta menjaga kelestarian sumber daya alam,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Banda Aceh bersama BNPB berharap upaya penghijauan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.[*]