Habanusantara.net – Kondisi hunian sementara (huntara) di Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dikeluhkan warga. Sejumlah unit huntara diduga dibangun asal jadi, dengan lantai yang masih ditumbuhi rumput di dalam ruangan.
Pantauan di lokasi, Sabtu (11/4/2026), warga terpaksa menempati bangunan dengan kondisi yang belum sepenuhnya layak. Selain lantai yang belum bersih, beberapa bagian atap juga dilaporkan bocor.
Anggota DPRK Aceh Utara, Hamdani atau yang akrab disapa Keuchik Ham, menilai kondisi tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini tentu mengecewakan. Masyarakat seharusnya mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak, tapi yang kita lihat justru masih banyak kekurangan,” ujar Hamdani.
Ia mengaku khawatir jika hujan turun, air akan masuk ke dalam ruangan dan memperburuk kondisi warga yang saat ini sudah tinggal seadanya.
“Kita khawatir ketika hujan turun air masuk ke dalam ruangan. Apalagi masyarakat tidur dalam kondisi seadanya. Ini perlu segera diperbaiki,” katanya.
Hamdani mendesak pihak vendor untuk segera melakukan perbaikan, terutama pada bagian lantai dan atap. Ia juga meminta instansi terkait ikut turun tangan agar persoalan ini tidak berlarut.
Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Langkahan membutuhkan hunian yang benar-benar bisa memberikan rasa aman dan nyaman, setidaknya selama masa penampungan sementara berlangsung.





