Habanusantara.net— Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mempromosikan Aceh sebagai daerah paling aman di Pulau Sumatera saat memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, Kamis (12/3/2026).
Di hadapan sekitar seribu mahasiswa, Marzuki memaparkan kondisi keamanan Aceh yang kondusif sekaligus potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor energi, pertanian hingga pariwisata.
Kuliah umum bertema “Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum” itu menjadi kunjungan pertama Kapolda Aceh sebagai pemateri di perguruan tinggi di Kota Medan.
Dalam pemaparannya, Marzuki juga berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai pandangan mereka tentang Aceh. Sejumlah mahasiswa menyinggung penerapan Syariat Islam hingga mekanisme penegakan hukum di daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapolda menjelaskan bahwa Aceh memiliki kekhususan melalui penerapan Syariat Islam yang diatur dalam Qanun Jinayah. Menurutnya, aturan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang dihormati masyarakat Aceh.
“Bagi masyarakat Aceh, Syariat Islam bukan sekadar aturan hukum, tetapi bagian dari nilai budaya yang dijaga bersama,” kata Marzuki.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Aceh, seperti gas, minyak, emas dan batubara, serta sektor perikanan, pertanian dan perkebunan.
Meski demikian, Marzuki menilai Aceh masih menghadapi tantangan dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Aceh memiliki kekayaan alam besar dan kondisi keamanan yang baik. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Polda Aceh mengusung visi “Polda Aceh Meutuah menuju Aceh Meusyuhu” dengan pendekatan kepolisian yang humanis, menghormati kearifan lokal dan melibatkan perangkat adat dalam menjaga keamanan.
“Jika Aceh aman dan nyaman, investor akan datang, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.[]





