Ismawardi Apresiasi Respons Cepat Satpol PP-WH Tindak Laporan Warga Tindak Pelanggar Syariat

Redaksi
Ismawardi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh yang menggelar operasi rutin menjelang Ramadan 1447 Hijriah, termasuk penertiban yang dilakukan di kawasan Taman Kota Krueng Aceh beberapa waktu lalu.

Menurut Ismawardi, tindakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga ketertiban umum dan pelaksanaan syariat Islam, khususnya menjelang bulan suci ketika aktivitas ibadah masyarakat meningkat.

“Kita mengapresiasi respons cepat Satpol PP-WH atas laporan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pengawasan berjalan dan ada tindak lanjut di lapangan,” ujar Ismawardi, Jumat (20/2/2026).

Baca juga : Satpol PP/WH Amankan 7 Pria di Taman Krueng Aceh, 3 Positif HIV

Ia menilai, operasi yang dilakukan bukan hanya sebatas penindakan, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan agar ruang-ruang publik tidak disalahgunakan. Apalagi, kata dia, menjelang Ramadan suasana kota harus dijaga agar tetap kondusif dan selaras dengan nilai-nilai syariat.

“Momentum Ramadan harus kita sambut dengan lingkungan yang tertib dan nyaman. Karena itu, langkah pengawasan seperti ini patut didukung,” katanya.

Kendati demikian, Ismawardi mengingatkan agar setiap proses penanganan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan tidak diskriminatif. Ia menegaskan bahwa penegakan aturan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta aspek pembinaan.

“Penegakan syariat penting, tetapi pendekatannya harus tetap berkeadilan. Jika ada aspek kesehatan atau sosial yang ditemukan, maka harus ditangani dengan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah kota memperkuat langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga pelanggaran dapat diminimalisir tanpa harus selalu mengedepankan tindakan represif.

“Pengawasan perlu, tetapi pembinaan jauh lebih penting untuk jangka panjang. Kita ingin Banda Aceh tetap menjadi kota yang religius, tertib, dan bermartabat,” tutupnya.[***]