60 Sampel Takjil di Banda Aceh Lolos Uji, BBPOM Pastikan Bebas Boraks dan Formalin

Fira
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memastikan makanan dan minuman yang dijual pelaku UMKM di Pasar Kuliner Garuda, Banda Aceh aman dikonsumsi. Dari 60 sampel yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan bebas dari bahan berbahaya, Jumat (27/2/2026).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama selama Ramadan ketika konsumsi takjil meningkat.

“Alhamdulillah, semua sampel yang diperiksa hasilnya aman. Ini kabar baik bagi masyarakat yang membeli makanan berbuka,” kata Illiza.

Sampel yang diuji terdiri dari berbagai jenis makanan dan minuman, seperti kudapan, bakso, mie, tahu, hingga aneka minuman. Pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan dengan mengambil produk dari pedagang untuk diuji kandungannya.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Riyanto, menjelaskan ada empat parameter utama yang diuji, yakni boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B. Keempat zat ini dilarang digunakan dalam pangan karena berisiko membahayakan kesehatan.

“Dari 60 sampel yang kami uji, semuanya memenuhi syarat. Tidak ditemukan kandungan boraks, formalin, maupun pewarna tekstil berbahaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil ini menunjukkan kesadaran pedagang semakin baik. Edukasi yang selama ini dilakukan kepada pelaku usaha mulai membuahkan hasil. Pedagang dinilai lebih memahami dampak penggunaan bahan kimia berbahaya, baik bagi kesehatan konsumen maupun keberlangsungan usaha mereka sendiri.

Meski hasilnya positif, pengawasan tetap akan dilanjutkan. BBPOM memastikan sampling akan dilakukan secara berkala di berbagai titik penjualan, termasuk lokasi baru yang menjadi pusat aktivitas UMKM selama Ramadan.

Illiza menegaskan, pengawasan pangan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa tenang saat membeli dan mengonsumsi makanan. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” katanya[Fira]