Sigli. Habanusantara.net
Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Pidie Alzaizi menghadiri acara peusijuk serta penyerahan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pidie dalam penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan curah hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah warga serta mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat.
Diawali dengan prosesi peusijuk Huntara yang dipimpin oleh Abon Hasan Basri Blang Teungoh. Selanjutnya dilakukan penyerahan kunci Hunian Sementara serta bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.
Bupati Pidie menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Bencana ini menjadi ujian bagi kita semua, terutama bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Adapun Pemerintah Kabupaten Pidie berkomitmen untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak dan berkelanjutan,” ujar H. Sarjani Abdullah.
Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyelesaikan pembangunan 12 unit Hunian Sementara (Huntara) yang diperuntukkan bagi warga terdampak.
Hunian tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan sementara selama masa pemulihan.
Namun pemerintah daerah juga telah merencanakan pembangunan 89 unit Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat korban bencana.
Mengingat Gampong Blang Pandak berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, pembangunan Hunian Tetap akan dilakukan dengan perencanaan yang matang serta memperhatikan aspek mitigasi bencana.
Selain itu Bupati Pidie juga mengajak seluruh unsur pemerintahan gampong dan masyarakat untuk mendukung proses pembangunan tersebut agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, kita berharap pembangunan hunian tetap dapat memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan ketangguhan gampong terhadap bencana,” tambahnya.
Pemerintah daerah menegaskan kehadiran negara dalam setiap tahapan penanganan bencana dan berkomitmen untuk tidak meninggalkan satu pun warga dalam menghadapi situasi sulit, dengan semangat gotong royong membangun kembali desa yang dicintai.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan dana bantuan kebutuhan rumah tangga serta dana tunggu hunian sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga (KK) bagi korban bencana banjir bandang yang rumahnya mengalami rusak berat, hanyut, dan tidak mendapatkan Hunian Sementara.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sewa rumah selama masa penanganan darurat dan pemulihan. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras, paket sembako, selimut, serta mi instan guna memenuhi kebutuhan dasar para korban terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Drs. Samsul Azhar, Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, M.H., Dandim 0102/Pidie yang diwakili Kasdim Mayor Cpl Hendrianto, Kapolres Pidie yang diwakili AKP Pitriadi, S.H., Danpom Pidie Lettu Cpm Hendra Darmawan, S.H., Asisten Administrasi Umum Setdakab Pidie Jufrizal, S.Sos., M.Si, Kepala BPBD Kabupaten Pidie Muhammad Rabiul, S.T., M.T., perwakilan BNPB Pusat Joko, para Kepala SKPK, Camat Tangse, Camat Kembang Tanjong serta seluruh unsur forkopincam dan tokoh tokoh gampong blang pandak. (Raju)




















