SIGLI. Habanusantara.net
Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam (YPNAD) memastikan tidak menaikkan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi mahasiswa pada tiga kampus di bawah manajemen yayasan tersebut.
Terkait hal tersebut manajemen ingin menertibkan administrasi keuangan kampus.
Hal tersebut menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam Sigli menolak kenaikan SPP pada Selasa (13/1/2026).
Adapun Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam memiliki ribuan mahasiswa dari tiga kampus tersebar di Aceh yakni, STIKes Medika Nurul Islam Sigli, STIKes Payung Negeri Aceh Darussalam Bener Meriah, dan STIKes Medika Seramoe Barat Aceh Barat.
”Kami pastikan tidak ada kenaikan SPP bagi mahasiswa Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam,” kata wakil ketua Yayasan Payung Negeri Aceh Darussalam Fakhrurrazi, kepada wartawan, di STIKes Medika Nurul Islam Sigli, Sabtu (17/1/2026).
Selain itu berdasarkan Surat Edaran (SE) ketua yayasan tersebut Nomor: 01/YPANAD/SE/I/2026 tanggal 2 Januari 2026 lalu, Fakhrurrazi mengatakan hal itu sebagai aturan pelaksanaannya bagi tiga kampus dalam penetapan besaran SPP, biaya kegiatan eksternal dan biaya administrasi, serta aturan pelaksanaannya.
”Selain itu, SE tersebut juga menjadi pedoman bagi pelaksana ke tiga kampus untuk memudahkan pelaksanaan serta meningkatkan tertib administrasi keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan SE tersebut untuk menindaklanjuti banyaknya tunggakan SPP mahasiswa hingga saat ini belum dibayar, sehingga menjadi beban manajemen dalam pengelolaan keuangan ke tiga kampus tersebut.
”Berdasarkan data kami, terdapat 190 mahasiswa yang telah tamat dari kampus masih menunggak SPP, dan hingga saat ini belum ada pembayaran. Inilah yang akan kami tertibkan,” jelasnya.
Terkait aspirasi mahasiswa dalam unjuk rasa tersebut, sambung Fakhrurrazi, pihaknya meminta waktu selama empat hari untuk membahas permintaan mahasiswa itu dengan pengurus yayasan.
”Rencananya hari ini, kami akan menyampaikan seluruh hasil pembahasan dengan pengurus yayasan kepada pelaksana kampus dan mahasiswa. Namum mereka tidak bersedia hadir,” ungkapnya.
Fakhrurrazi menyampaikan, pihaknya menawarkan ada dua opsi sistem pembayaran SPP, biaya kegiatan eksternal dan biaya administrasi kepada mahasiswa yakni, mengikuti model sebelum SE keluar, atau berdasarkan aturan pelaksanaan terdapat dalam SE tersebut.
”Kami kecewa perwakilan mahasiswa tidak hadir hari ini, sehingga informasi penting ini tidak diterima langsung oleh seluruh mahasiswa,” imbuhnya. (Raju)




















