Habanusantara.net – Sepekan pasca banjir besar yang melanda Kota Panton Labu, dan sejumlah daerah lainnya di Aceh menyisakan material lumpur masih menutupi hampir seluruh ruas jalan, membuat aktivitas warga terganggu dan akses perekonomian sempat lumpuh total.
Lumpur yang mengeras bercampur sampah membuat kendaraan sulit melintas, sementara sebagian kawasan permukiman warga turut terisolasi.
Pantauan HabaNusantara Net pada Minggu (7/12/2025) sore menunjukkan, sembilan unit dump truck milik Dinas DLHK Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dikerahkan secara penuh untuk mempercepat proses pembersihan.
Armada tersebut bolak-balik mengangkut tumpukan sampah yang bercampur lumpur di pusat kota. Di beberapa titik persimpangan, petugas TNI dan Polri turut melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas demi menjaga keselamatan warga.
Pekerjaan pembersihan dilakukan secara bertahap sejak dua hari terakhir. Sejumlah ruas jalan utama—termasuk kawasan yang menjadi akses keluar-masuk kota—ditutup sementara karena masih dalam proses pengerukan lumpur.
Pemerintah memastikan penutupan bersifat situasional dan akan dibuka kembali begitu kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilintasi kendaraan bermotor.
Upaya percepatan pembersihan ini menjadi prioritas karena lumpur tebal tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat Panton Labu, yang selama sepekan terakhir nyaris terhenti.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi berharap pemerintah bergerak lebih cepat mengatasi kondisi tersebut.
“Kami mohon segera dibersihkan seluruhnya, termasuk jalan Medan–Banda Aceh dan permukiman warga. Selama lumpur ini belum diangkat, kami sulit keluar rumah dan usaha juga tidak jalan,” ujarnya[*]





