Ricuh di Turnamen Sepak Bola Aceh Utara, Spanduk Sponsor Dibakar Penonton

Redaksi
Ricuh di Turnamen Sepak Bola Aceh Utara, Spanduk Sponsor Dibakar Penonton
Ricuh di Turnamen Sepak Bola Aceh Utara, Spanduk Sponsor Dibakar Penonton
A-AA+A++

Habanusantara.net- Turnamen sepak bola di Lapangan Matang Drien, Tanah Jambo Aye, mendadak ricuh. Sejumlah spanduk sponsor dibakar penonton tak dikenal, diduga dipicu protes kartu merah yang dikeluarkan wasit. Polisi pun menghentikan sementara pertandingan untuk penyelidikan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Aprianto Melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis mengatakan, Terkait ricuh dilapangan bola kaki pihak kepolisian akan menghentikan sementara waktu untuk Agar panitia beserta Wasit, koordinator lapangan dimintai keterangan lanjut oleh penyelidikan polres Aceh Utara

Baca juga : Persiraja Hadapi Barito Putera, Tiket Mulai Rp 25 Ribu Hanya di Stadion H Dimurthala

” Sementara waktu kami hentikan dulu kegiatan turnamen bola kaki tersebut mengingat dugaan kericuhan antara wasit dan pemain bola kaki sehingga terjadi adu mulut dan membakar sejumlah spanduk, Ujarnya Iptu Agus Kepada HabaNusantara Net Senin 11 Agustus 2025 Malam.

Permasalahan ini sudah ditangani Resort Polres Aceh Utara Satuan intelkam Polres Aceh Utara Sehingga para pelaku belum diketahui secara detail oleh pihak kepolisian dugaan masih mendalami dan masih mengumpulkan data supaya para pelaku diketahui oleh kepolisian polres Aceh sehingga para manajer berkumpul di Mako Polsek Tanah Jambo Aye, Motif pelaku pembakaran spanduk puluhan penonton yang terlibat dalam pembakaran namun pelaku tersebut dugaan bukan orang Lokal melainkan penonton dari Tanah Jambo Aye

Baca juga : Camat Kick-Off Turnamen Sepak Bola Tarkam di Langkahan

Disisi lain, Kapolsek Tanah Jambo Aye mengaku sangat kecewa atas dugaan kegiatan ini seolah-olah tidak menghargai kinerja petugas penjaga keamanan dilapangan, dan dugaan tersebut datang dari penyusup-penyusup dari luar yang sengaja mengacaukan pertandingan sepak bola kaki tersebut, Namun yang Agus terangkan Proses tetap lanjut manager, wasit dan Penanggung Jawab di dorong ke Polres Aceh Utara dan proses lanjut menunggu proses penyelidikan Polres Aceh Utara

Sementara itu Ketua Panitia Bola Kaki, Indra Membenarkan bahwa untuk sementara waktu dihentikan karena Pemanggilan ke polres Aceh Utara untuk mengikuti proses lanjut penyelidikan dirinya sebagai ketua panitia, Manager dan wasit untuk datang melaporkan atas kejadian insiden tersebut

Panitia sudah upayakan untuk perdamaian antara Wasit bersama pemain bahkan terlihat jelas murni wasit mengeluarkan kartu merah akibat terjadi insiden adu mulut kedua sisi, namun para pemain tidak terima kartu merah dikeluarkan oleh wasit sehingga terjadi keributan terpaksa dihentikan sementara ditempat, bahkan untuk kelanjutan bola masih menunggu proses penyelidikan di Polres Aceh Utara Polda Aceh.[]