Habanusantara.net– Dunia pendidikan vokasi di Aceh kembali menorehkan catatan baru. Untuk pertama kalinya, Pos AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) Teaching Factory (TEFA) resmi hadir di SMK Negeri 1 Simpang Kiri, Subulussalam.
Peresmian yang berlangsung Rabu (20/8/2025) ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Capella Dinamik Nusantara sebagai main dealer Honda untuk wilayah Aceh, Riau, dan Kepri. Pos AHASS TEFA ini bukan sekadar bengkel pendidikan untuk siswa, tapi juga dibuka bagi masyarakat luas sebagai layanan purna jual Honda dengan standar resmi.
Kehadiran TEFA di Subulussalam menjadi bagian dari program link and match antara sekolah vokasi dan dunia industri. Konsepnya, siswa SMK tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar praktik langsung di bengkel berstandar resmi AHASS.
Johnny Chandra, Chief Marketing Officer Capella Honda, menjelaskan bahwa TEFA ini dirancang senada dengan kondisi bengkel AHASS. “Siswa tidak hanya mempelajari teknik sepeda motor Honda secara teori, tetapi juga berkesempatan melakukan praktik nyata dalam kegiatan servis dan perawatan. Bagi masyarakat, keberadaan Pos AHASS TEFA SMKN 1 Simpang Kiri menghadirkan layanan purna jual Honda yang lebih dekat dan berkualitas,” ungkapnya.
Dari pihak AHM, Ahmad Muhibbudin selaku GM Corporate Communication menambahkan bahwa TEFA adalah jembatan untuk menyiapkan tenaga kerja muda yang andal. “Siswa yang punya sertifikat kompetensi akan lebih mudah diterima di jaringan Honda. Baik jadi mekanik maupun tenaga penjual, peluangnya terbuka lebar,” ujarnya.
Peresmian ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Subulussalam, Nasir SE. Ia menilai TEFA bukan hanya menguntungkan siswa, tapi juga masyarakat. “Kami bangga dengan hadirnya TEFA di Subulussalam. Anak-anak kita dapat ilmu, masyarakat dapat layanan servis resmi yang lebih dekat. Ini sinergi nyata antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah,” katanya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Subulussalam–Singkil, Antoni Berampu, turut menegaskan pentingnya dukungan semua pihak. “Kami berharap Pemko ikut mendorong promosi Pos AHASS TEFA ini. Karena manfaatnya besar, bukan hanya untuk sekolah tapi juga masyarakat luas,” ujarnya.
Kepala SMKN 1 Simpang Kiri, Iswanil Usfa, menjelaskan bahwa sekolahnya kini punya bengkel pendidikan berstandar resmi. Dukungan juga datang dalam bentuk dua unit sepeda motor untuk praktik dan berbagai perlengkapan bengkel dari Honda.
“Pos AHASS TEFA ini akan jadi tempat uji kompetensi bagi siswa. Mereka bisa merasakan langsung suasana kerja bengkel profesional. Jadi bukan hanya belajar teori, tapi benar-benar praktik servis motor Honda,” jelasnya.
Bagi masyarakat Subulussalam, keberadaan Pos AHASS TEFA jadi angin segar. Warga kini bisa servis motor Honda tanpa harus jauh-jauh ke kota lain. Mulai dari perawatan rutin, perbaikan ringan, hingga layanan purna jual semuanya tersedia, tetap dengan pendampingan teknisi berpengalaman.
Region Head Capella Dinamik Nusantara Aceh, Hermawan, menyebut TEFA pertama di Aceh ini bisa jadi pelopor bagi SMK lain di provinsi ini. “Kami berharap ini jadi contoh, sehingga semakin banyak sekolah yang punya fasilitas serupa untuk meningkatkan kompetensi siswa,” katanya.
Pos AHASS TEFA di SMKN 1 Simpang Kiri pun menjadi simbol sinergi tiga pihak: dunia pendidikan, industri, dan pemerintah. Siswa mendapat bekal keterampilan nyata, masyarakat mendapat akses layanan berkualitas, sementara industri mendapat SDM yang lebih siap kerja.
Sebuah langkah kecil, tapi dampaknya bisa besar bagi masa depan pendidikan vokasi di Aceh.[]





