Habanusantara.net – Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal disambut adat kain kerawang di Takengon, di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Jumat (22/8/2025).
Ia ajak TNI, Pemda, dan masyarakat Aceh Tengah kompak jaga keamanan dan dukung pembangunan daerah.
Momentumnya pas, di tengah semangat kebersamaan peringatan kemerdekaan dan geliat pembangunan di dataran tinggi Gayo.
Kehadiran Pangdam IM beserta jajaran disambut langsung Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., bersama Forkopimda, lengkap dengan nuansa adat yang kental. Prosesi penyambutan ini bikin acara terasa akrab, jauh dari kesan kaku.
Dalam sambutannya, Pangdam IM terlihat benar-benar menekankan soal sinergitas. Ia bilang kalau hubungan TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat itu harus terus dijaga. “Sinergi ini bukan cuma soal menjaga keamanan, tapi juga soal bagaimana kita bersama mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kodam IM selalu siap mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kalimat itu jelas jadi pesan kuat: TNI nggak berdiri sendiri, tapi jalan bareng dengan pemda dan masyarakat. Apalagi, konteks Aceh Tengah yang sedang terus berbenah, dukungan keamanan dan sinergi lintas sektor memang krusial.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga juga nggak kalah antusias. Ia mengaku terhormat dengan kehadiran Pangdam IM di daerahnya. Katanya, kunjungan ini bukan cuma simbol, tapi juga penyemangat baru. “Silaturahmi ini menguatkan hubungan emosional sekaligus kerja sama nyata antara TNI dengan pemerintah daerah. Kami yakin sinergi ini akan memperkokoh keamanan dan memacu pembangunan di Aceh Tengah,” kata Haili.
Acara makin cair dengan prosesi tukar cendera mata. Pangdam IM menerima kopi Gayo—ikon kebanggaan masyarakat dataran tinggi. Sebagai gantinya, Kodam Iskandar Muda menyerahkan plakat penghargaan, disambut balasan plakat dari Bupati. Simbol persahabatan yang sederhana tapi sarat makna.
Dialog ringan yang berlangsung setelahnya juga mengisyaratkan satu hal: kolaborasi harus jalan terus. Dari menjaga stabilitas keamanan, merawat kerukunan, sampai menghadapi tantangan pembangunan, semua butuh kebersamaan.
Turut hadir dalam momen tersebut Danrem 011/Lilawangsa, Wakapolres Aceh Tengah, Dandim 0106/Aceh Tengah, dan jajaran Forkopimda. Lengkap sudah pertemuan itu menjadi gambaran nyata bahwa menjaga daerah bukan soal satu pihak, tapi kerja sama semua unsur.














