Habanusantara.net — Musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani, kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah video lawas yang membahas konflik masa lalunya dengan mantan istri, Maia Estianty. Lewat kanal YouTube pribadinya, Ahmad Dhani Dalam Berita, pentolan Dewa 19 itu merilis video berjudul “Kompilasi Gibah dan Fitnah Maia Estianty” yang langsung menuai gelombang kritik tajam dari netizen.
Video berdurasi hampir 24 menit tersebut berisi potongan-potongan pernyataan Maia Estianty di berbagai kesempatan, yang oleh Dhani dianggap sebagai fitnah terhadap dirinya dan sang istri, Mulan Jameela. Sayangnya, niat Dhani untuk meluruskan cerita justru berbalik menjadi bumerang. Mayoritas komentar netizen menilai unggahan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat, apalagi membuka luka lama yang seharusnya sudah usai.
Bikin Mewek! Pesan Maia Estianty untuk Al Ghazali Jelang Pernikahan Viral di Medsos
“Partainya wajib pecat kader kayak gini sih. Gak layak banget jadi perwakilan rakyat,” tulis salah satu netizen yang mendapat banyak dukungan. Komentar serupa membanjiri kolom komentar YouTube, dengan banyak pengguna media sosial yang justru kembali mengungkit kisah masa lalu Dhani yang penuh kontroversi.
Tak hanya netizen, psikolog Lita Gading turut angkat bicara. Melalui akun Instagram pribadinya, Lita menyayangkan langkah Ahmad Dhani yang dinilai memperburuk keadaan, terutama bagi anak-anak mereka. “Kalau kalian ingin membersihkan nama baik anak-anak, ini justru memperparah luka di hati mereka. Anak-anak kalian yang justru akan menanggung dampaknya,” ujar Lita.
Dalam video tersebut, Dhani menampilkan cuplikan ketika Maia menyebut soal perselingkuhan yang dialami pada 2005-2006, hingga perpisahannya dengan anak-anak. Namun, Dhani tidak memberikan klarifikasi atau narasi tandingan berbasis fakta yang memperkuat posisinya, membuat banyak warganet menilai video tersebut hanya sebagai ajang balas dendam.
“Alih-alih dapat simpati, malah makin kelihatan siapa yang gentle dan siapa yang nggak bisa move on,” komentar seorang warganet lainnya. Banyak netizen justru beramai-ramai memberikan dukungan kepada Maia Estianty, yang selama ini dikenal memilih diam dan fokus pada kehidupan pribadi serta kariernya.
Sebelumnya, Dhani juga mengunggah surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkan pada tahun 2008. Namun, langkah tersebut justru memperkeruh suasana, bahkan sebagian netizen menyebutnya sebagai upaya membuka aib sendiri.
“Pakde, sekalian aja posting bukti-bukti perselingkuhan dulu biar lengkap,” sindir seorang pengguna. Ada juga yang berkomentar pedas, “Semakin sering dia ngomong, semakin orang jadi kasihan sama Bunda Maia.”
Fenomena ini mencerminkan bagaimana jejak digital dan konflik masa lalu yang terus diungkit justru dapat berdampak negatif pada citra publik, apalagi ketika dilakukan oleh figur publik yang kini memegang jabatan politik. Di tengah era media sosial yang serba transparan, langkah Ahmad Dhani memperpanjang polemik justru dinilai sebagian besar publik sebagai keputusan yang kurang bijak.
“Lebih baik fokus membangun karya dan memberi inspirasi. Bukan membongkar aib yang sudah lama berlalu,” kata Lita menutup pernyataannya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di era digital, publik bukan hanya menilai apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana sikap dan empati ditunjukkan. Alih-alih mendapat simpati, tindakan Dhani kali ini justru mempertebal dukungan masyarakat kepada Maia Estianty yang tetap elegan dalam menyikapi masa lalu.[]




















