Habanusantara.net – Harga beras terus merangkak naik sepanjang 2025, hal ini membuat warga Bener Meriah khawatir.
Pasalnya, bagi masyarakat beras adalah merupakan komoditi utama yang harus tersedia setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan itu masyarakat Bener Meriah mayoritasnya bergantung pada kopi.
Tetapi kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat saat ini belum panen. Sehingga sebagian warga kesulitan untuk membeli beras per sak ukuran 15 Kilogram
Salah satu pemilik grosir beras di Simpang Tiga Redelong, Cak Wan memprediksi harga beras akqn terus naik dalam beberapa hari kedepannya.
Menurutnya, tidak hanya beras berkualitas premium tetapi beras medium untuk semua merk juga naik.
“Seminggu lalu harga kualitas super seperti merk dua mawar, udang masih Rp 245 per sak, tapi kini dijual Rp 250 sampai 253 ribu per sak ukuran 15 kg,”kata Cak Wan, Senin (21/7/2025).
Begitu juga dengan beras kualitas sedang (Medium) mengalami kenaikan Rp 10 -15 ribu per sak dari harga sebelumnya.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Bukit Khairani, mengaku semakin khawatir dengan melonjak nya harga beras sebab penghasilan saat ini sulit sementara semua harga pokok mahal terutama beras.
“Biasanya saya beli 15 kg, tapi sekarang saya beli 3 sampai 5 kg saja karena sudah tidak sanggup beli per sak ukurun 15 kg,”keluhnya.
Khairani berharap pemerintah untuk segera mencari solusi agar harga kebutuhan pokok itu tidak selalu naik. Pinta nya.

![Grosir beras Cak Wan, Simpang Tiga Redelong [Foto/Gona]](https://habanusantara.net/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250721-WA0105.jpg)



